HOME  ⁄  Ekonomi

Kemnaker Siapkan Transformasi BLK Jadi Pusat Pelatihan, Wirausaha, dan Inovasi, Menaker Targetkan 70 Persen Lulusan Bekerja

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemnaker Siapkan Transformasi BLK Jadi Pusat Pelatihan, Wirausaha, dan Inovasi, Menaker Targetkan 70 Persen Lulusan Bekerja
Foto: (Sumber :Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat mengunjungi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon, di Ambon, Maluku, Sabtu (31/10/2026). ANTARA/HO-Kemnaker RI..)

Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi pusat layanan ketenagakerjaan terpadu yang tidak hanya menyediakan pelatihan vokasi, tetapi juga mendukung pengembangan wirausaha baru, inovasi, dan peningkatan produktivitas industri.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan transformasi tersebut bertujuan memastikan program pelatihan memberikan manfaat nyata bagi peserta, terutama dalam meningkatkan kompetensi, memperoleh pekerjaan, dan membangun usaha.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/11/2026), Yassierli menegaskan keberhasilan pelatihan vokasi tidak cukup diukur berdasarkan jumlah peserta maupun banyaknya program yang diselenggarakan.

Menurutnya, ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah kemampuan lulusan memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk memasuki dunia kerja atau menciptakan peluang usaha.

“Pelatihan harus memberikan dampak. Kita tidak cukup hanya melihat berapa banyak orang yang dilatih, tetapi juga perlu mengetahui berapa banyak lulusan yang bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan setelah mengikuti pelatihan,” ujarnya.

Kemnaker juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan antara lembaga pelatihan, dunia usaha, dan industri agar keterampilan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Menaker Yassierli Dorong BLK Fokus pada Penempatan Kerja dan Wirausaha

Transformasi BLK menjadi bagian dari upaya Kemnaker meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pelatihan vokasi di Indonesia.

Yassierli menilai pelatihan harus dirancang berdasarkan kebutuhan nyata dunia kerja agar peserta memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

Karena itu, BLK dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) diminta memperkuat kerja sama dengan perusahaan serta pelaku industri.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan materi pelatihan sejalan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan tenaga kerja, dan perubahan dunia usaha.

Kemnaker juga mendorong agar penyelenggaraan pelatihan memperhatikan karakteristik ekonomi di setiap daerah.

“Karena itu, perencanaan pelatihan perlu didasarkan pada pemetaan kebutuhan tenaga kerja, perkembangan industri, serta potensi ekonomi di daerah masing-masing,” kata Menaker.

Melalui pendekatan tersebut, program pelatihan diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja dengan kompetensi yang relevan sekaligus mendukung pengembangan sektor ekonomi lokal.

Selain mempersiapkan peserta memasuki dunia kerja, BLK juga diarahkan untuk membantu masyarakat yang ingin membangun usaha secara mandiri.

Penguatan fungsi kewirausahaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rencana transformasi layanan ketenagakerjaan.

BLK Akan Dikembangkan Jadi Pusat Talenta dan Inovasi

Kemnaker berencana memperluas fungsi BLK agar tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan pelatihan keterampilan.

Menurut Yassierli, BLK ke depan juga diarahkan menjadi pusat pengembangan talenta dan inovasi atau talent and innovation hub.

Melalui fungsi tersebut, BLK diharapkan dapat mempertemukan peserta pelatihan, calon wirausaha, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan.

Pertemuan berbagai pihak itu diarahkan untuk mendorong pengembangan gagasan, keterampilan, inovasi, serta peluang ekonomi baru.

Peserta pelatihan diharapkan memperoleh akses yang lebih luas terhadap kebutuhan industri dan peluang pengembangan usaha.

Sementara itu, pelaku usaha dapat memanfaatkan keberadaan BLK untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja.

Kemnaker menilai keterhubungan tersebut penting agar lembaga pelatihan dapat memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kemnaker Siapkan BLK sebagai Klinik Produktivitas untuk Industri

Selain mengembangkan pusat inovasi, Kemnaker juga menyiapkan BLK untuk menjalankan fungsi sebagai klinik produktivitas.

Fungsi tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, kualitas proses kerja, dan produktivitas tenaga kerja.

Yassierli menyebut dukungan peningkatan produktivitas terutama diarahkan kepada perusahaan dan pelaku usaha menengah.

“BLK juga kita arahkan agar berperan sebagai klinik produktivitas yang membantu perusahaan, khususnya usaha menengah, meningkatkan kinerja dan produktivitas. Hal ini dapat memperkuat hubungan balai dengan industri, termasuk dalam pengembangan keterampilan tenaga kerja, pendampingan, serta peningkatan kualitas proses kerja,” jelas Yassierli.

Melalui layanan tersebut, BLK diharapkan dapat berperan lebih luas dalam mendukung kebutuhan perusahaan.

Bentuk dukungan yang disiapkan mencakup pengembangan keterampilan tenaga kerja, pendampingan, dan peningkatan kualitas proses kerja.

Penguatan fungsi tersebut juga diharapkan mempererat hubungan antara balai pelatihan dengan sektor industri.

Dengan demikian, keberadaan BLK tidak hanya memberikan manfaat kepada peserta pelatihan, tetapi juga kepada perusahaan yang membutuhkan peningkatan produktivitas.

Menaker Tekankan Pemantauan Lulusan dan Target Keberhasilan 70 Persen

Kemnaker turut menyiapkan penguatan sistem pemantauan lulusan pelatihan vokasi atau tracer study.

Sistem tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi peserta setelah menyelesaikan program pelatihan.

Melalui pemantauan tersebut, Kemnaker dapat memperoleh informasi mengenai lulusan yang telah bekerja, menjalankan usaha, atau masih mencari pekerjaan.

Data lulusan juga digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian keterampilan yang diajarkan dengan kebutuhan dunia kerja.

Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi dasar perbaikan program pelatihan agar lebih efektif dan relevan.

Yassierli menegaskan bahwa orientasi pelatihan harus bergeser dari sekadar pelaksanaan kegiatan menuju pencapaian hasil yang dapat diukur.

“Tingkat keberhasilan lulusan pelatihan vokasi yang bekerja atau berwirausaha mencapai 70 persen. Target tersebut adalah penekanan dalam upaya memperkuat orientasi pelatihan pada hasil, bukan semata-mata pada pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya Kemnaker memastikan pelatihan vokasi mampu meningkatkan kesempatan kerja dan kewirausahaan.

Transformasi BLK Diharapkan Perkuat Kualitas Tenaga Kerja Indonesia

Rencana transformasi BLK menempatkan pelatihan vokasi sebagai salah satu instrumen penting dalam pengembangan tenaga kerja.

Kemnaker mendorong agar lembaga pelatihan memiliki keterhubungan lebih kuat dengan dunia industri, perkembangan teknologi, dan potensi ekonomi daerah.

Pengembangan pusat talenta, layanan kewirausahaan, serta klinik produktivitas menjadi bagian dari perluasan fungsi BLK.

Di sisi lain, pemantauan lulusan akan digunakan untuk mengukur keberhasilan program berdasarkan hasil yang diperoleh peserta setelah pelatihan.

Melalui perubahan tersebut, Kemnaker menargetkan BLK dan BPVP dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja, penyerapan lulusan, dan pertumbuhan usaha.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026