HOME  ⁄  Ekonomi

BPS Catat Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 10,61 Miliar Dolar AS Sepanjang Januari–September 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BPS Catat Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 10,61 Miliar Dolar AS Sepanjang Januari–September 2026
Foto: (Sumber :Tangkapan layar - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (2/10/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira..)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia mencatat surplus sebesar 10,61 miliar dolar Amerika Serikat (AS) selama periode Januari hingga September 2026.

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (2/11/2026).

BPS juga mencatat neraca perdagangan barang Indonesia pada September 2026 mengalami surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS.

Surplus Perdagangan Januari–September Capai 10,61 Miliar Dolar AS

Ateng Hartono menjelaskan bahwa secara kumulatif neraca perdagangan barang Indonesia masih berada dalam posisi surplus selama sembilan bulan pertama 2026.

“Neraca perdagangan Indonesia Januari-September 2026 mengalami surplus 10,61 miliar dolar AS,” kata Ateng.

Surplus perdagangan menunjukkan nilai ekspor barang Indonesia lebih besar dibandingkan nilai impornya dalam periode tersebut.

Angka 10,61 miliar dolar AS merupakan akumulasi surplus perdagangan barang sepanjang Januari hingga September 2026.

September 2026 Sumbang Surplus 3,36 Miliar Dolar AS

Selain menyampaikan data kumulatif, BPS melaporkan surplus neraca perdagangan barang pada September 2026 mencapai 3,36 miliar dolar AS.

Nilai tersebut menjadi bagian dari total surplus perdagangan Indonesia selama sembilan bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan angka yang disampaikan BPS, surplus September menyumbang sekitar 31,7 persen dari total surplus Januari–September 2026.

Data tersebut menunjukkan perdagangan barang Indonesia masih mencatatkan selisih positif antara nilai ekspor dan impor pada September 2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026