
Pantau - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memperkuat kemampuan pengelolaan keuangan dan pengembangan bisnis 131 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mitra binaan melalui program UMK Academy 2026.
Program tersebut digelar secara hibrida di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Palembang, pada 29 Oktober 2026, dengan mengusung tema Financial Management & B2B Collaboration.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pengelolaan keuangan dan kemampuan membangun kolaborasi bisnis menjadi bekal penting bagi UMKM untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus meningkatkan daya saing.
“UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang baik, tetapi juga perlu memahami kondisi keuangan dan membangun kerja sama bisnis. Melalui UMK Academy, Pertamina menghadirkan ruang belajar agar pelaku usaha dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat, memperkuat daya saing, dan memanfaatkan peluang pengembangan usaha,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Palembang, Senin (2/11/2026).
Pertamina Bekali UMKM dengan Pengelolaan Keuangan dan Kolaborasi Bisnis
UMK Academy 2026 menghadirkan dua materi utama, yakni perhitungan harga pokok produksi (HPP) dan manajemen keuangan serta pengelolaan rantai pasok kolaboratif untuk mendukung kerja sama bisnis antarpelaku usaha atau business to business (B2B).
Materi pengelolaan rantai pasok kolaboratif disampaikan oleh pemilik UMKM Telaga Rizqi, Elpha Denina, yang menjelaskan pentingnya membangun hubungan dengan pemasok dan mitra bisnis untuk menjaga keberlangsungan usaha.
Elpha menekankan bahwa hubungan bisnis yang baik perlu didukung dengan konsistensi kualitas produk serta kerja sama yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak.
Menurut pemaparannya, kolaborasi antara pelaku UMKM, pemasok, dan mitra bisnis dapat menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Sementara itu, pemilik UMKM Lampung Ethnica, Qoriatul Hayati, memberikan pembekalan mengenai perhitungan HPP dan pengelolaan keuangan usaha.
Dalam sesi tersebut, Qoriatul menjelaskan cara menghitung biaya produksi secara tepat agar pelaku UMKM dapat menentukan harga jual produk berdasarkan pengeluaran yang dikeluarkan selama proses produksi.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha untuk mempermudah pencatatan dan pemantauan kondisi finansial bisnis.
Melalui pemahaman tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu menyusun perencanaan usaha secara lebih terarah serta mengambil keputusan berdasarkan kondisi keuangan yang tercatat.
Pelaku UMKM Rasakan Manfaat Pelatihan Pertamina
Salah satu peserta UMK Academy 2026, Kartika, yang merupakan pemilik UMKM Pempek Syamil, mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya pencatatan keuangan dalam menjalankan usaha.
“Materinya sangat bermanfaat, terutama dalam membantu kami memahami perhitungan biaya produksi dan pengelolaan keuangan. Selama ini, kami sering berfokus pada produksi dan penjualan, padahal pencatatan keuangan juga penting agar usaha berkembang lebih terarah,” ujarnya.
Kartika berharap program peningkatan kapasitas seperti UMK Academy dapat terus dilaksanakan agar pelaku UMKM memiliki kesempatan memperluas pengetahuan dan meningkatkan keterampilan bisnis.
Ia juga menilai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi para pengusaha untuk saling belajar, bertukar pengalaman, serta membangun hubungan dengan sesama pelaku UMKM.
Pertamina Dorong UMKM Lebih Kompetitif dan Berkelanjutan
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menyatakan bahwa UMK Academy merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan bisnis UMKM mitra binaan.
Program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha menghadapi tantangan bisnis melalui peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan, penentuan harga produk, dan penguatan jaringan kerja sama.
Selain memperkuat daya saing UMKM, pelaksanaan UMK Academy 2026 juga sejalan dengan upaya pengembangan kewirausahaan, peningkatan lapangan kerja berkualitas, serta penguatan kemitraan usaha.
Melalui pembekalan tersebut, Pertamina berharap 131 UMKM mitra binaan yang mengikuti kegiatan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha secara lebih tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Shila Glorya




