HOME  ⁄  Ekonomi

Inflasi Jakarta Terendah Nasional pada Oktober 2026, TPID DKI Perkuat Strategi 4K untuk Jaga Stabilitas Harga

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Inflasi Jakarta Terendah Nasional pada Oktober 2026, TPID DKI Perkuat Strategi 4K untuk Jaga Stabilitas Harga
Foto: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan (sumber: BI DKI Jakarta)

Pantau - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui strategi 4K setelah inflasi tahunan ibu kota tercatat sebesar 2,52 persen pada Oktober 2026, terendah di antara seluruh provinsi di Indonesia.

Strategi 4K tersebut mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif yang dijalankan melalui berbagai program serta koordinasi antarpemangku kepentingan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, dalam keterangan resmi pada Selasa (3/11/2026), menyampaikan bahwa penguatan strategi tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus mengantisipasi potensi tekanan inflasi hingga akhir tahun.

Berdasarkan perkembangan harga Oktober 2026, inflasi DKI Jakarta tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,22 persen.

Sementara itu, inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) Jakarta mencapai 2,52 persen, juga lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,23 persen.

Capaian tersebut menempatkan DKI Jakarta sebagai provinsi dengan tingkat inflasi tahunan terendah secara nasional pada Oktober 2026, sekaligus mempertahankan inflasi daerah dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen.

TPID DKI Jakarta Jalankan Strategi 4K untuk Kendalikan Harga Pangan

Iwan menjelaskan bahwa TPID DKI Jakarta telah menjalankan berbagai langkah pengendalian inflasi sepanjang Oktober 2026 dengan mengoptimalkan empat aspek utama dalam strategi 4K.

Dari aspek keterjangkauan harga, TPID DKI Jakarta melaksanakan Program Pangan Bersubsidi, penyelenggaraan pasar murah, serta Gerakan Cabai Harga Terjangkau untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Pada aspek ketersediaan pasokan, TPID memperkuat upaya menjaga kecukupan bahan pangan melalui kegiatan panen padi dan pengawasan keamanan pangan.

Sementara itu, dari aspek kelancaran distribusi, pengendalian inflasi dilakukan melalui optimalisasi jaringan distribusi pangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk pengoperasian layanan truk keliling dan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

TPID DKI Jakarta juga meningkatkan koordinasi antarlembaga dan memperkuat kerja sama dengan daerah lain untuk mendukung efektivitas pengendalian inflasi.

"Komunikasi efektif diperkuat melalui peningkatan koordinasi dan kapasitas TPID, serta penguatan sinergi dan pertukaran praktik terbaik antardaerah," kata Iwan.

Penguatan koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga, memastikan pasokan pangan tetap tersedia, dan mendukung kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat Jakarta.

Inflasi Jakarta 2,52 Persen, Lebih Rendah dari Angka Nasional

Perkembangan inflasi DKI Jakarta pada Oktober 2026 menunjukkan tingkat kenaikan harga yang lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional, baik secara bulanan maupun tahunan.

Secara bulanan, inflasi Jakarta sebesar 0,13 persen berada di bawah inflasi nasional yang mencapai 0,22 persen pada periode yang sama.

Secara tahunan, inflasi Jakarta sebesar 2,52 persen juga lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 3,23 persen.

Inflasi tahunan Jakarta tersebut masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen atau 1,5 hingga 3,5 persen.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa perkembangan harga barang dan jasa di Jakarta sepanjang Oktober 2026 masih berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan.

Meski demikian, TPID DKI Jakarta tetap memperkuat berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi risiko kenaikan harga yang dapat muncul dari faktor global maupun domestik.

Harga Sate, Martabak, dan Pizza Jadi Pemicu Inflasi Restoran

Iwan mengungkapkan bahwa kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran menjadi penyumbang utama inflasi DKI Jakarta selama Oktober 2026.

Kelompok tersebut mencatat inflasi sebesar 0,28 persen secara bulanan, meningkat dibandingkan September 2026 yang hanya sebesar 0,05 persen.

Peningkatan inflasi pada kelompok restoran terutama dipicu oleh kenaikan harga sejumlah makanan jadi, seperti sate, martabak, dan pizza.

Selain restoran, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turut memberikan kontribusi terhadap inflasi Jakarta pada Oktober 2026.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga tercatat sebagai salah satu penyumbang kenaikan harga selama periode tersebut.

Sementara itu, kelompok kesehatan turut memberikan kontribusi terhadap inflasi bersama sejumlah kelompok pengeluaran lainnya.

Perkembangan harga pada berbagai kelompok pengeluaran tersebut menjadi perhatian TPID DKI Jakarta dalam menyusun langkah pengendalian inflasi hingga akhir 2026.

BI Waspadai Dampak El Nino dan Ketidakpastian Geopolitik

Iwan menegaskan bahwa penguatan strategi 4K akan terus dilakukan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi di Jakarta.

Dari sisi global, salah satu risiko yang menjadi perhatian adalah ketidakpastian geopolitik yang dapat memengaruhi perkembangan harga dan inflasi.

Sementara itu, dari sisi domestik, TPID DKI Jakarta mewaspadai potensi gangguan produksi pangan akibat kondisi cuaca kering dan fenomena El Nino.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan pasokan bahan pangan sehingga diperlukan langkah antisipasi melalui penguatan koordinasi, distribusi, dan pengawasan harga.

TPID DKI Jakarta bersama seluruh pemangku kepentingan menargetkan inflasi daerah sepanjang 2026 tetap berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional.

"Melalui penguatan koordinasi TPID dan seluruh pemangku kepentingan, inflasi DKI Jakarta pada 2026 diharapkan tetap terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen (secara tahunan)," ujar Iwan.

Untuk mencapai target tersebut, TPID DKI Jakarta akan melanjutkan penguatan strategi 4K melalui program keterjangkauan harga, pengamanan pasokan pangan, optimalisasi distribusi, serta peningkatan komunikasi dan koordinasi antarlembaga.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat sekaligus mempertahankan inflasi DKI Jakarta dalam kisaran sasaran nasional hingga akhir 2026.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026