
Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan pangsa pasar produk kerajinan Indonesia di Kanada meningkat menjadi 3,1 persen pada 2027 dari posisi saat ini yang disebut sekitar 2,1 persen.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan peningkatan pangsa pasar tersebut akan didorong melalui penguatan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Kanada.
Kerja sama itu dilakukan bersama Trade Facilitation Office (TFO) Kanada melalui proyek Trade for Resilient, Inclusive and Sustainable Economic Growth (TRISEG), yang berfokus pada perdagangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
"Kalau untuk yang ini, sekarang pasarnya misalnya 2,1 persen. Tahun depan kita targetkan 3,1 persen," ujar Fajarini dalam peluncuran proyek TRISEG di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa.
Kemendag menilai peluang ekspansi produk kerajinan Indonesia ke Kanada masih terbuka lebar karena pangsa pasar Indonesia di negara tersebut masih relatif kecil.
Produk Kerajinan dan Furnitur Indonesia Dinilai Berdaya Saing di Kanada
Berdasarkan analisis TFO Kanada, produk kerajinan tangan Indonesia, termasuk furnitur, memiliki daya saing yang cukup besar untuk menembus pasar Kanada.
Penilaian tersebut didasarkan pada kemampuan industri nasional dalam memproduksi berbagai jenis kerajinan yang berpotensi memenuhi kebutuhan konsumen Kanada.
Fajarini menjelaskan bahwa TFO Kanada telah memperhatikan kapasitas produksi dan potensi industri kerajinan Indonesia sebagai pertimbangan dalam mengembangkan hubungan perdagangan kedua negara.
"Dia (TFO) lihat kemampuan yang ada di Indonesia," katanya.
Berdasarkan data 2023, nilai ekspor produk kerajinan Indonesia ke Kanada mencapai sekitar 26 juta dolar AS, yang menggambarkan potensi perdagangan produk kerajinan nasional di negara tersebut.
Melalui proyek TRISEG, Kemendag berupaya memperkuat akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia agar mampu menjangkau lebih banyak konsumen Kanada.
Ekspor Kerajinan Indonesia ke Kanada Tumbuh 46,5 Persen hingga Agustus 2026
Berdasarkan data Kemendag, nilai ekspor produk kerajinan Indonesia ke Kanada pada 2025 mencapai 8,41 juta dolar AS atau meningkat 21,8 persen dibandingkan dengan 2024.
Pertumbuhan ekspor tersebut berlanjut pada 2026 dengan nilai pengiriman produk kerajinan Indonesia ke Kanada mencapai 8,15 juta dolar AS hingga Agustus.
Angka tersebut mencatat pertumbuhan sebesar 46,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Peningkatan itu menunjukkan perkembangan positif kinerja ekspor produk kerajinan nasional di tengah peluang perluasan pasar Kanada.
Sementara itu, total nilai impor produk kerajinan Kanada sepanjang 2025 mencapai 700,7 juta dolar AS, yang menunjukkan besarnya kebutuhan pasar terhadap produk kerajinan dari berbagai negara.
Jika dibandingkan dengan total impor Kanada pada 2025, nilai ekspor kerajinan Indonesia sebesar 8,41 juta dolar AS setara dengan pangsa pasar sekitar 1,2 persen.
Angka tersebut berbeda dari posisi sekitar 2,1 persen yang disampaikan Fajarini sebagai acuan target peningkatan pangsa pasar menjadi 3,1 persen pada 2027.
Perbedaan tersebut menunjukkan adanya dua angka pangsa pasar dalam informasi yang disampaikan, sementara dasar perhitungan angka 2,1 persen belum dijelaskan lebih lanjut.
Kemendag berharap kerja sama dengan TFO Kanada melalui proyek TRISEG dapat memperbesar penetrasi produk kerajinan Indonesia, termasuk furnitur, sekaligus mendorong pertumbuhan ekspor ke pasar Kanada.
- Penulis :
- Arian Mesa




