HOME  ⁄  Ekonomi

Barantin Negosiasi dengan China untuk Cabut Suspensi Ekspor Sarang Burung Walet terhadap 19 Perusahaan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Barantin Negosiasi dengan China untuk Cabut Suspensi Ekspor Sarang Burung Walet terhadap 19 Perusahaan
Foto: Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding memberikan keterangan kepada wartawan seusai penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Kantor Barantin, Jakarta, Selasa 3/11/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melanjutkan perundingan dengan otoritas kepabeanan China untuk membuka kembali akses pasar bagi perusahaan eksportir sarang burung walet Indonesia yang terkena penangguhan atau suspensi ekspor akibat ketidakpatuhan terhadap standar yang ditetapkan negara tujuan.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan pihaknya masih melakukan komunikasi dan diplomasi dengan General Administration of Customs of China (GACC) untuk mencari penyelesaian atas pembatasan ekspor yang dialami sejumlah perusahaan Indonesia.

"Kita sedang melakukan diplomasi, perundingan, cocok-cocokan dengan GACC China," kata Karding seusai penandatanganan kerja sama di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Perundingan tersebut bertujuan memulihkan akses pasar China bagi perusahaan eksportir sarang burung walet yang masih terkena penangguhan sekaligus membuka peluang bagi perusahaan baru yang telah memenuhi persyaratan ekspor.

"Perusahaan-perusahaan kita ini ada yang dibuka, atau ada yang baru, bisa masuk lagi," ujar Karding.

Meski proses diplomasi terus berlangsung, Karding memastikan bahwa status penangguhan terhadap sejumlah perusahaan eksportir sarang burung walet Indonesia secara resmi masih berlaku.

"Secara ofisial masih," kata Karding saat menjelaskan perkembangan status penangguhan ekspor tersebut.

Sebanyak 19 Perusahaan Eksportir Sarang Burung Walet Terkena Suspensi

Sebelumnya, pada 21 Agustus 2026, Abdul Kadir Karding mengungkapkan bahwa sebanyak 19 dari total 57 perusahaan sarang burung walet Indonesia yang terdaftar terkena penangguhan akibat ketidakpatuhan terhadap standar ekspor ke China.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa sekitar sepertiga perusahaan eksportir sarang burung walet yang terdaftar menghadapi pembatasan akses perdagangan ke pasar China.

Karding menjelaskan bahwa penertiban terhadap perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan dilakukan di dalam negeri untuk mencegah otoritas China menerapkan pembatasan lebih luas terhadap ekspor sarang burung walet Indonesia.

Namun, penangguhan terhadap 19 perusahaan tersebut tidak berarti seluruh kegiatan ekspor sarang burung walet Indonesia ke China dihentikan.

Perusahaan eksportir lain yang masih memenuhi persyaratan dan tidak terkena penangguhan tetap diperbolehkan mengirimkan produk sarang burung walet ke China.

Salah satu kegiatan ekspor yang masih berlangsung adalah pengiriman sarang burung walet asal Banten yang dilepas oleh Barantin pada 21 Agustus 2026.

Audit China Temukan Kandungan Aluminium dan Masalah Ketertelusuran Produk

Persoalan penangguhan ekspor tersebut berkaitan dengan hasil audit GACC pada Juli 2026 yang menemukan sejumlah catatan mengenai pemenuhan standar mutu dan sistem pengawasan perusahaan eksportir sarang burung walet Indonesia.

Salah satu temuan audit tersebut adalah adanya kandungan aluminium pada sebagian produk sarang burung walet yang melebihi persyaratan yang ditetapkan untuk memasuki pasar China.

Selain persoalan kandungan aluminium, GACC menyoroti sistem ketertelusuran bahan baku hingga ke rumah walet sebagai bagian dari persyaratan pengawasan mutu produk.

Otoritas kepabeanan China juga memberikan catatan mengenai pengawasan kepatuhan perusahaan dalam menjalankan proses produksi serta memenuhi ketentuan ekspor yang berlaku.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Barantin meminta perusahaan eksportir terkait segera melakukan tindakan perbaikan untuk memenuhi standar mutu dan keamanan yang dipersyaratkan China.

Perusahaan juga diminta memperketat pengawasan terhadap proses produksi sarang burung walet agar produk yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan negara tujuan ekspor.

Selain melakukan pembenahan, perusahaan eksportir diwajibkan menyampaikan perkembangan tindakan perbaikan kepada GACC sebagai bagian dari proses penyelesaian persoalan penangguhan.

Barantin Perketat Pengawasan dan Bentuk Kelompok Kerja dengan China

Selain melanjutkan diplomasi dengan GACC, Barantin memperketat pengawasan terhadap perusahaan eksportir sarang burung walet di dalam negeri untuk memastikan pemenuhan standar dan persyaratan ekspor.

Penguatan pengawasan dilakukan untuk mencegah terulangnya pelanggaran standar yang berpotensi menyebabkan semakin banyak perusahaan Indonesia kehilangan akses ke pasar China.

Sebelum melanjutkan perundingan, Barantin juga telah melakukan investigasi terhadap persoalan yang menyebabkan sejumlah perusahaan eksportir sarang burung walet Indonesia terkena suspensi.

Sebagai langkah perbaikan, Barantin mewajibkan pelaksanaan pengujian awal kandungan aluminium untuk memperkuat pengawasan mutu produk sebelum memasuki pasar ekspor.

Barantin juga membentuk kelompok kerja teknis bersama GACC untuk mempercepat penyelesaian persoalan penangguhan dan meningkatkan koordinasi terkait pemenuhan standar perdagangan.

Melalui langkah tersebut, perusahaan yang telah melakukan pembenahan diharapkan dapat memenuhi kembali persyaratan yang ditetapkan otoritas China.

Ekspor Sarang Burung Walet ke China Capai Rp3,13 Triliun pada Semester I 2026

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor sarang burung walet Indonesia ke China pada semester I 2026 mencapai 172,15 juta dolar AS atau sekitar Rp3,13 triliun.

Volume pengiriman sarang burung walet Indonesia ke China selama periode tersebut tercatat sebanyak 186,8 ton.

Nilai ekspor pada semester pertama 2026 mengalami penurunan sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Meski mengalami penurunan, China masih menjadi negara tujuan utama bagi produk sarang burung walet Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor sarang burung walet Indonesia ke China sepanjang 2025 mencapai 380,20 juta dolar AS atau sekitar Rp6,90 triliun.

Nilai tersebut setara dengan 80,15 persen dari total nilai ekspor sarang burung walet Indonesia sepanjang 2025.

Besarnya kontribusi pasar China menunjukkan tingginya ketergantungan perdagangan komoditas sarang burung walet Indonesia terhadap negara tersebut.

Kondisi ini menjadikan pemulihan akses pasar bagi perusahaan yang terkena penangguhan sebagai salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan ekspor sarang burung walet nasional.

Barantin Upayakan Pemulihan Akses Ekspor dan Pencegahan Suspensi Baru

Barantin terus mendorong perusahaan eksportir meningkatkan standar mutu produk, memperkuat sistem ketertelusuran bahan baku, serta memastikan kepatuhan terhadap seluruh persyaratan yang ditetapkan otoritas China.

Upaya tersebut dilakukan untuk mempertahankan kepercayaan negara tujuan sekaligus mengurangi risiko terjadinya penangguhan ekspor serupa pada masa mendatang.

Melalui kelanjutan perundingan dengan GACC, Barantin berupaya memastikan perusahaan yang telah memenuhi persyaratan dapat kembali memperoleh akses ke pasar China.

Pada saat yang sama, pengawasan terhadap proses produksi dan pemenuhan standar ekspor di dalam negeri terus diperkuat agar perdagangan sarang burung walet Indonesia dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026