
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 15,48 poin atau 0,32 persen ke level 4.919,77 pada perdagangan Rabu (4/11/2026), seiring membaiknya sentimen investor global terhadap hasil pemilihan umum paruh waktu Amerika Serikat (AS).
Penguatan juga terjadi pada indeks LQ45 yang terdiri atas 45 saham unggulan dengan kenaikan sebesar 3,97 poin atau 0,80 persen ke posisi 501,24.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa IHSG sempat mengalami tekanan jual dan bergerak di zona negatif hampir sepanjang perdagangan sebelum akhirnya berbalik menguat menjelang penutupan pasar.
“Hampir sepanjang perdagangan IHSG bergerak di teritori negatif, namun kemudian IHSG berbalik arah menjelang penutupan perdagangan,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Perubahan arah pergerakan IHSG tersebut terjadi ketika pelaku pasar mulai merespons perkembangan sentimen global setelah sebelumnya cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu AS Dorong Sentimen Positif Investor
Ratna menjelaskan bahwa investor global sebelumnya menerapkan strategi risk off atau mengurangi kepemilikan aset berisiko sambil menunggu kepastian hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat.
Hasil pemilu tersebut menjadi perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi arah kebijakan ekonomi AS, termasuk sektor teknologi, utilitas, perdagangan internasional, dan kebijakan fiskal.
Berdasarkan laporan tersebut, sentimen investor membaik setelah Partai Demokrat memenangkan pemilu paruh waktu AS dan berhasil menguasai dua majelis Kongres, yakni Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat.
Kemenangan tersebut dinilai memunculkan harapan terhadap perubahan kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian global.
“Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu midterm AS direspons positif oleh investor, karena harapan akan adanya perubahan terhadap ekonomi global, terutama perubahan kebijakan fiskal, perdagangan internasional, suku bunga, nilai tukar dolar AS, serta hubungan geopolitik,” ujar Ratna.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, harga emas dunia tercatat meningkat lebih dari 2 persen dan bergerak di atas level 4.000 dolar AS.
Kenaikan harga emas didukung oleh pelemahan dolar AS serta penurunan imbal hasil atau yield surat utang pemerintah Amerika Serikat (US Treasury).
Meski sentimen global menunjukkan perkembangan positif, nilai tukar rupiah justru ditutup melemah sebesar 0,04 persen ke posisi Rp18.168 per dolar AS.
IHSG Diprediksi Bergerak Mendatar pada Perdagangan Kamis
Dari sisi analisis teknikal, Ratna memperkirakan IHSG masih akan bergerak mendatar atau sideways pada perdagangan Kamis (5/11/2026).
Pergerakan indeks diproyeksikan berada dalam rentang 4.800 hingga 5.000, mencerminkan potensi fluktuasi pasar yang masih terbatas.
“Secara teknikal, diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 4.800-5.000 pada perdagangan Kamis (5/11/2026),” ujar Ratna.
Pada perdagangan Rabu, IHSG dibuka melemah dan terus berada di zona negatif hingga berakhirnya sesi pertama.
Memasuki sesi kedua, tekanan jual mulai berkurang sehingga indeks berhasil berbalik ke zona positif hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan klasifikasi Indeks Sektoral IDX-IC, hanya dua sektor saham yang mencatatkan penguatan, sementara delapan sektor lainnya mengalami pelemahan.
Sektor keuangan menjadi sektor dengan penguatan terbesar setelah meningkat sebesar 0,39 persen.
Sektor barang konsumen primer menyusul dengan kenaikan sebesar 0,32 persen.
Sebaliknya, sektor industri mengalami penurunan terdalam sebesar 1,36 persen.
Pelemahan berikutnya terjadi pada sektor barang konsumen nonprimer yang turun 1,27 persen, disusul sektor energi dengan penurunan sebesar 1,11 persen.
Sebanyak 509 Saham Melemah, Transaksi BEI Capai Rp25,97 Triliun
Meskipun IHSG berhasil ditutup menguat, jumlah saham yang mengalami penurunan harga masih lebih banyak dibandingkan saham yang mencatatkan kenaikan.
Berdasarkan data perdagangan BEI, sebanyak 224 saham ditutup menguat, sedangkan 509 saham mengalami pelemahan.
Sementara itu, sebanyak 230 saham tidak mengalami perubahan harga atau bergerak stagnan hingga penutupan perdagangan.
Aktivitas perdagangan saham sepanjang Rabu tercatat mencapai 1,22 juta kali transaksi.
Total volume perdagangan mencapai 10,76 miliar lembar saham dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp25,97 triliun.
Sejumlah saham yang masuk kelompok dengan kenaikan harga terbesar atau top gainers adalah BOBA, MKNT, AIMS, TMPO, dan YUPI.
Sementara itu, saham yang mencatatkan penurunan harga terbesar atau top losers meliputi MGLV, LMAX, LUCY, WGSH, dan NINE.
Data tersebut menunjukkan bahwa penguatan IHSG belum diikuti kenaikan harga secara merata pada saham-saham yang diperdagangkan di BEI.
Bursa Asia Bergerak Bervariasi, Shanghai Menguat 2,16 Persen
Pergerakan bursa saham regional Asia pada perdagangan Rabu menunjukkan hasil bervariasi seiring respons investor terhadap perkembangan ekonomi dan politik global.
Indeks Nikkei Jepang melemah sebesar 1,41 persen dan ditutup pada level 62.192,00.
Sebaliknya, indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,62 persen ke posisi 5.863,80.
Indeks Shanghai China mencatatkan kenaikan sebesar 2,16 persen ke level 3.686,17, menjadi salah satu indeks dengan penguatan persentase terbesar di antara bursa regional yang disebutkan.
Penguatan juga terjadi pada indeks Hang Seng Hong Kong yang naik 1,67 persen dan ditutup pada posisi 23.919,50.
Sementara itu, indeks Straits Times Singapura melemah tipis sebesar 0,01 persen ke level 5.268,63.
Pergerakan bursa Asia tersebut mencerminkan respons yang berbeda-beda dari pelaku pasar terhadap perkembangan sentimen global.
Pada perdagangan berikutnya, pelaku pasar diperkirakan masih mencermati perkembangan kebijakan ekonomi Amerika Serikat, pergerakan nilai tukar dolar AS, serta kondisi pasar keuangan domestik.
Dengan proyeksi IHSG berada pada kisaran 4.800 hingga 5.000, kemampuan indeks mempertahankan penguatan setelah berbalik dari zona negatif menjadi salah satu perhatian investor pada perdagangan Kamis (5/11/2026).
- Penulis :
- Arian Mesa




