HOME  ⁄  Ekonomi

PTPP Raih Kontrak Rp400 Miliar dari Pupuk Kaltim untuk Bangun Dermaga 11 di Bontang, Target Rampung 570 Hari

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

PTPP Raih Kontrak Rp400 Miliar dari Pupuk Kaltim untuk Bangun Dermaga 11 di Bontang, Target Rampung 570 Hari
Foto: Penandatanganan dokumen project commitment oleh perwakilan PT PP (Persero) Tbk dan PT Pupuk Kalimantan Timur sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu dalam pelaksanaan proyek (sumber: PT PP)

Pantau - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil memperoleh kontrak baru senilai Rp400 miliar dari PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) untuk mengerjakan proyek pembangunan Dermaga 11 di kawasan industri Pupuk Kaltim, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Proyek tersebut mencakup pekerjaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi atau engineering, procurement, and construction (EPC) dengan jangka waktu pelaksanaan selama 570 hari kalender terhitung sejak 18 September 2026.

Pembangunan Dermaga 11 yang berlokasi di sisi timur Dermaga Tursina tersebut ditujukan untuk memperkuat infrastruktur industri dan maritim, khususnya dalam mendukung kegiatan bongkar muat serta distribusi material di kawasan industri Pupuk Kaltim.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan bahwa perolehan kontrak tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas portofolio bisnis sekaligus memperkuat kerja sama dengan pelaku industri nasional.

"Perolehan kontrak ini menjadi bagian dari upaya PTPP dalam memperluas portofolio pekerjaan di sektor infrastruktur industri dan maritim, sekaligus memperkuat kemitraan dengan pelaku industri nasional," ucap Joko Raharjo dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

PTPP Bangun Dermaga 11 dengan Kapasitas Kapal hingga 40 Ribu DWT

Dalam pelaksanaan proyek senilai Rp400 miliar tersebut, PTPP bertanggung jawab atas seluruh tahapan pekerjaan EPC, mulai dari rekayasa, pengadaan peralatan, hingga konstruksi fasilitas dermaga.

Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan dermaga multiguna yang dirancang untuk mendukung kegiatan bongkar muat berbagai jenis material kebutuhan industri.

Selain membangun dermaga utama, PTPP akan mengerjakan sejumlah struktur pendukung yang diperlukan untuk menunjang operasional fasilitas pelabuhan.

Pekerjaan konstruksi juga mencakup pembangunan dan pemasangan sistem conveyor yang berfungsi memindahkan material dalam kegiatan bongkar muat.

PTPP turut bertanggung jawab atas instalasi peralatan mobile ship loader sebagai fasilitas pendukung pemuatan material ke kapal.

Dermaga 11 dirancang untuk mampu melayani kapal pengangkut material curah padat dengan kapasitas hingga 40 ribu deadweight tonnage (DWT).

Kapasitas tersebut memungkinkan dermaga digunakan untuk mendukung operasional kapal pengangkut material dalam jumlah besar di kawasan industri Pupuk Kaltim.

Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan bongkar muat sekaligus memperlancar distribusi material yang dibutuhkan untuk aktivitas industri.

Proyek Dermaga 11 Dukung Pengembangan Industri Soda Ash Nasional

Selain memperkuat infrastruktur pelabuhan, pembangunan Dermaga 11 juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan industri soda ash di Indonesia.

Fasilitas dermaga tersebut diproyeksikan mendukung kelancaran distribusi material yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan soda ash nasional.

Penguatan infrastruktur logistik menjadi salah satu aspek penting dalam menunjang aktivitas industri yang membutuhkan pasokan material secara berkelanjutan.

Dengan tersedianya fasilitas bongkar muat berkapasitas besar, kegiatan distribusi material di kawasan industri Pupuk Kaltim diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.

Proyek ini juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem industri soda ash nasional melalui peningkatan kapasitas infrastruktur maritim dan fasilitas pendukung operasional.

PTPP dan Pupuk Kaltim Teken Komitmen Pelaksanaan Proyek

Sebagai bagian dari persiapan pembangunan Dermaga 11, PTPP bersama Pupuk Kaltim telah menyelenggarakan kegiatan project commitment.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen komitmen proyek oleh perwakilan kedua perusahaan.

Penandatanganan tersebut menjadi bentuk kesepakatan bersama untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai ketentuan yang telah disepakati.

Dalam komitmen tersebut, PTPP dan Pupuk Kaltim menegaskan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan pada setiap tahapan pembangunan.

Kedua perusahaan juga berkomitmen mengutamakan aspek keselamatan kerja selama proses konstruksi berlangsung.

Selain kualitas dan keselamatan, ketepatan waktu penyelesaian menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan proyek dengan durasi 570 hari kalender tersebut.

Komitmen bersama ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pembangunan fasilitas Dermaga 11 sesuai dengan target pelaksanaan yang telah ditetapkan.

PTPP Perkuat Strategi Bisnis Back to Core dan Selektif Pilih Proyek

Joko Raharjo menjelaskan bahwa keberhasilan PTPP mendapatkan kontrak pembangunan Dermaga 11 mencerminkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap kapabilitas dan pengalaman perusahaan.

Menurutnya, perolehan kontrak tersebut juga sejalan dengan strategi transformasi bisnis PTPP melalui pendekatan back to core, yakni penguatan fokus pada kompetensi inti perusahaan.

Melalui strategi tersebut, PTPP berupaya memprioritaskan proyek yang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman perusahaan dalam bidang konstruksi serta infrastruktur industri.

Perseroan juga menerapkan prinsip kehati-hatian atau prudent dalam proses pemilihan kontrak baru untuk memastikan risiko proyek dapat dikelola secara terukur.

Penilaian terhadap proyek dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas portofolio pekerjaan, profil risiko, dan potensi keberlanjutan bisnis perusahaan.

"Kepercayaan yang diberikan Pupuk Kaltim menjadi dorongan bagi PTPP untuk terus menjaga kualitas pelaksanaan proyek sekaligus memperkuat kemitraan dengan para pemangku kepentingan. Melalui strategi back to core, kami semakin selektif dalam memperoleh proyek dengan mempertimbangkan kesesuaian terhadap kompetensi inti, kualitas proyek, serta pengelolaan risiko yang terukur," kata dia.

Joko menegaskan bahwa pendekatan selektif dalam memperoleh kontrak menjadi bagian dari upaya PTPP menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan pengelolaan risiko.

Menurutnya, setiap proyek baru diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan sekaligus memperkuat fondasi bisnis dalam jangka panjang.

"Dengan demikian, setiap perolehan kontrak diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat fundamental dan keberlanjutan usaha Perseroan," ujar Joko Raharjo.

Dengan kontrak EPC Dermaga 11 senilai Rp400 miliar tersebut, PTPP memperluas keterlibatannya dalam pembangunan infrastruktur industri dan maritim nasional sekaligus mendukung pengembangan fasilitas operasional Pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026