HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenekraf Gandeng Startup Teknologi Petakan Infrastruktur Aceh Tamiang, Dorong Pemulihan Ekonomi Pascabanjir Berbasis AI

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenekraf Gandeng Startup Teknologi Petakan Infrastruktur Aceh Tamiang, Dorong Pemulihan Ekonomi Pascabanjir Berbasis AI
Foto: (Sumber :Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong pemulihan ekonomi masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pascabencana banjir melalui pemetaan kondisi infrastruktur dan kebutuhan wilayah berbasis data. ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif..)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong percepatan pemulihan ekonomi masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pascabencana banjir melalui pemetaan kondisi infrastruktur dan kebutuhan wilayah berbasis data dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Program tersebut dilaksanakan untuk membantu pemerintah daerah menentukan prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor pertanian dan pariwisata.

Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Dandy Yudha Feryawan, mengatakan pemetaan berbasis teknologi menjadi langkah awal untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi wilayah terdampak bencana.

"Melalui Program Ekraf Peduli, kami ingin mendorong inovasi teknologi dapat dimanfaatkan membantu jawab persoalan konkret yang dihadapi daerah. Pemetaan ini menjadi langkah awal untuk memperoleh gambaran kondisi dan kebutuhan di lapangan secara lebih komprehensif," kata Dandy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Kemenekraf Libatkan Startup Nasional untuk Pemetaan Berbasis AI

Dandy menjelaskan bahwa pemetaan dilaksanakan melalui Program Ekraf Peduli: Infrastructure Rehabilitation and Priority Profiling yang berlangsung pada 14–16 Oktober 2026.

Dalam pelaksanaannya, Kemenekraf menggandeng perusahaan rintisan teknologi nasional, Niriksagara, untuk mendukung proses identifikasi kondisi infrastruktur dan aktivitas ekonomi masyarakat di Aceh Tamiang.

Teknologi yang dikembangkan Niriksagara memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu mengolah informasi mengenai kondisi wilayah serta kebutuhan rehabilitasi pascabencana.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan data pemerintah daerah dalam menentukan lokasi dan infrastruktur yang perlu mendapatkan penanganan lebih dahulu.

Selain kondisi bangunan, pemetaan juga memperhatikan aksesibilitas kawasan yang memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenekraf menghadirkan solusi inovatif yang sesuai dengan kebutuhan daerah terdampak bencana.

Sejumlah Infrastruktur Strategis Aceh Tamiang Jadi Sasaran Pemetaan

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan identifikasi terhadap sejumlah titik strategis yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang.

Beberapa lokasi yang masuk dalam pemetaan antara lain Tamiang Sport Center, Gedung Amphiteater, serta kawasan persawahan Paya Udang.

Selain itu, tim juga memetakan akses jalan menuju Pantai Pulau Rukui dan Pemandian Dam Rengas yang berkaitan dengan mobilitas masyarakat dan potensi kegiatan pariwisata.

Kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang turut menjadi bagian dari lokasi yang diidentifikasi dalam kegiatan tersebut.

Pemetaan terhadap berbagai kawasan dilakukan untuk memperoleh gambaran kebutuhan rehabilitasi berdasarkan karakteristik dan fungsi masing-masing wilayah.

Infrastruktur jalan dan aksesibilitas menjadi aspek yang diperhatikan karena memiliki keterkaitan dengan keberlangsungan aktivitas pertanian, pariwisata, serta pelayanan masyarakat.

Hasil identifikasi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah menyusun prioritas penanganan secara lebih terarah berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.

Pemkab Aceh Tamiang Sambut Baik Program Pemetaan Pascabencana

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij, menyambut baik kegiatan pemetaan yang dilakukan Kementerian Ekonomi Kreatif bersama pemerintah daerah.

Menurutnya, dukungan berbagai perangkat daerah diperlukan untuk menyediakan informasi mengenai kondisi wilayah serta kebutuhan infrastruktur yang memerlukan perhatian.

Ia menilai koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mendukung proses penentuan prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

"Kami berharap hasil pemetaan ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan prioritas penanganan dan koordinasi lebih lanjut dengan para pemangku kepentingan,” harap Farij.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memanfaatkan hasil pemetaan tersebut sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pembahasan kebutuhan penanganan infrastruktur.

Keterlibatan perangkat daerah juga diperlukan untuk memastikan informasi yang digunakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Program Ekraf Peduli Dukung Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

Kementerian Ekonomi Kreatif menyatakan Program Ekraf Peduli merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

Melalui program tersebut, Kemenekraf mendorong pemanfaatan inovasi teknologi dari perusahaan rintisan nasional untuk membantu penyelesaian persoalan yang dihadapi daerah terdampak bencana.

Penggunaan teknologi berbasis data diharapkan dapat mendukung proses pengambilan keputusan pemerintah daerah dalam menentukan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Selain memperhatikan kondisi infrastruktur, pendekatan tersebut juga diarahkan untuk mengidentifikasi potensi pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan adanya pemetaan infrastruktur dan kebutuhan wilayah, pemerintah daerah diharapkan memiliki informasi pendukung yang lebih komprehensif untuk menyusun langkah pemulihan pascabencana.

Program Ekraf Peduli sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah, pelaku teknologi nasional, dan pemerintah daerah dalam mendorong rehabilitasi infrastruktur serta pemulihan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026