
Pantau - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) memperkuat konektivitas transportasi di Tangerang Raya, Banten, guna mendukung pertumbuhan ekonomi, memperlancar mobilitas masyarakat, dan meningkatkan efisiensi sektor industri di kawasan penyangga Jakarta.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur transportasi yang mampu mengimbangi pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan AHY saat memberikan keterangan di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (6/11/2026).
"Tangerang Raya adalah kawasan yang terus tumbuh secara ekonomi dan menjadi penyangga dari Jakarta. Kita tahu ini adalah sebuah kawasan yang bukan hanya terus bertambah populasinya, tapi selalu semakin tumbuh ekonominya," ujar AHY.
AHY Dorong Konektivitas Tangerang Raya untuk Pangkas Waktu Tempuh
AHY menjelaskan bahwa Tangerang Raya mencakup tiga wilayah administratif, yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Ketiga wilayah tersebut memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang terhubung dengan Jakarta.
Menurut AHY, peningkatan konektivitas transportasi dapat membantu memangkas waktu tempuh perjalanan masyarakat.
Infrastruktur yang lebih baik juga diharapkan meningkatkan produktivitas dan efisiensi kegiatan industri di kawasan tersebut.
Pemerintah memandang penguatan jaringan transportasi sebagai salah satu langkah untuk mengimbangi perkembangan kawasan perkotaan yang terus mengalami pertumbuhan penduduk.
"Tentu patut kita semua terus memikirkan agar mobilitas masyarakat di Banten, khususnya di Tangerang Raya ini semakin baik. Sehingga industrinya semakin tumbuh dan bisa membuka lapangan pekerjaan yang dapat dinikmati oleh masyarakat kita," kata AHY.
Gubernur Banten Minta Studi Kelayakan MRT atau LRT Tomang-Balaraja Dipercepat
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni meminta pemerintah pusat mempercepat penyelesaian studi kelayakan proyek transportasi berbasis rel yang menghubungkan Tomang dan Balaraja.
Proyek tersebut menjadi salah satu rencana penguatan konektivitas antara Jakarta dan kawasan Tangerang Raya.
Andra menilai kebutuhan transportasi massal semakin mendesak seiring meningkatnya pergerakan masyarakat dari Banten menuju Jakarta maupun sebaliknya.
Pertumbuhan jumlah penduduk di kawasan penyangga Jakarta juga menjadi pertimbangan dalam pengembangan jaringan transportasi tersebut.
"Kami berharap feasibility study tentang MRT atau LRT jalur Tomang-Balaraja itu bisa segera selesai dan bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat. Sebagai penyangga Kota Jakarta, pergerakan pertumbuhan penduduk saat ini sangat besar di Provinsi Banten, khususnya di Kota dan Kabupaten Tangerang," jelas Andra.
Ia berharap hasil studi kelayakan dapat segera ditindaklanjuti agar perencanaan proyek memasuki tahapan berikutnya.
Studi Kelayakan Lebak Bulus-Serpong Hampir Rampung
Andra mengungkapkan bahwa sejumlah rencana pengembangan transportasi berbasis rel di Banten masih berada dalam tahap studi kelayakan.
Salah satu jalur yang menunjukkan perkembangan adalah konektivitas Lebak Bulus-Serpong yang studi kelayakannya disebut hampir selesai.
Sementara itu, kajian untuk konektivitas menuju Balaraja masih terus dilakukan.
Pemerintah Provinsi Banten juga telah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membahas pengembangan jaringan transportasi tersebut.
"Untuk feasibility study-nya sedang dilaksanakan. Kami sudah berkoordinasi dengan Jakarta juga. Untuk yang Lebak Bulus-Serpong sudah hampir selesai, tinggal Lebak Bulus-Balaraja. Nanti itu semua pasti saya, Pak Bupati, Wali Kota, dengan Gubernur DKI akan terus berkolaborasi," pungkas Andra.
Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Koordinasi Infrastruktur
Pengembangan konektivitas Tangerang Raya memerlukan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah karena jaringan transportasi yang direncanakan melintasi sejumlah wilayah administratif.
Pemerintah Provinsi Banten berharap kolaborasi dengan DKI Jakarta serta pemerintah kabupaten dan kota dapat mempercepat proses perencanaan transportasi massal.
Di sisi lain, Kemenko IPK menekankan pentingnya peningkatan aksesibilitas untuk mendukung pertumbuhan industri dan membuka peluang lapangan kerja.
Meski demikian, proyek transportasi berbasis rel yang dibahas masih berada pada tahap studi kelayakan sehingga belum ada kepastian jadwal pembangunan.
Penguatan konektivitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Tangerang Raya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




