
Pantau - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Abdul Kholik mendorong Bank Indonesia (BI) memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mempercepat transformasi ekonomi kawasan Jawa Tengah bagian selatan melalui pengembangan sektor pertanian, maritim, pariwisata, dan ketahanan pangan.
Dorongan tersebut disampaikan Abdul Kholik setelah menghadiri Upacara Pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, penguatan kolaborasi antarlembaga diperlukan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah sekaligus memperkuat peran kawasan Jawa Tengah selatan sebagai salah satu wilayah pendukung ketahanan pangan nasional.
DPD RI dan Bank Indonesia Perkuat Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Daerah
Abdul Kholik menyampaikan bahwa pihaknya telah membangun komunikasi dengan pimpinan baru Kantor Perwakilan BI Purwokerto untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan ekonomi regional.
"Kami dengan Kepala BI yang baru juga sepakat untuk lebih memperkuat kolaborasi ke depan. Saya merasa sangat optimistis karena ini akan menjadi sebuah kolaborasi," kata Abdul Kholik di Purwokerto, Jumat.
Ia menjelaskan bahwa sinergi antara DPD RI dan Bank Indonesia sebenarnya telah berlangsung sejak 2020 melalui berbagai kegiatan yang berfokus pada pengembangan potensi ekonomi Jawa Tengah bagian selatan.
Kerja sama tersebut antara lain dilakukan melalui diskusi kelompok terpumpun atau focus group discussion (FGD) untuk merumuskan konsep pengembangan kawasan ekonomi yang sesuai dengan karakteristik dan potensi wilayah.
Menurut Kholik, penguatan kolaborasi diperlukan agar pengembangan ekonomi tidak hanya bertumpu pada satu sektor, tetapi juga mencakup berbagai bidang yang memiliki potensi pertumbuhan.
Sektor pertanian, kelautan, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bagian dari pengembangan yang didorong melalui kerja sama tersebut.
Karya Kreatif Serayu Jadi Bagian Pengembangan Agro, Maritim, dan Pariwisata
Salah satu inisiatif yang sejalan dengan agenda transformasi ekonomi Jawa Tengah selatan adalah program Karya Kreatif Serayu.
Program tersebut mengangkat potensi ekonomi kawasan Lembah Sungai Serayu dan wilayah pesisir selatan Jawa melalui pengembangan sektor agro, maritim, serta pariwisata.
Pengembangan kawasan ini juga mencakup penguatan UMKM agar pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan potensi sumber daya daerah untuk meningkatkan kegiatan ekonomi.
Abdul Kholik menilai kawasan Jawa Tengah selatan memiliki peluang untuk dikembangkan melalui keterpaduan berbagai sektor unggulan daerah.
Pengembangan sektor pertanian dan maritim dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal, sedangkan sektor pariwisata berpotensi mendukung aktivitas usaha masyarakat.
Selain pengembangan potensi ekonomi, Kholik menyoroti pentingnya peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas pangan yang sensitif terhadap inflasi.
Menurutnya, penguatan sektor pangan menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung kestabilan ekonomi daerah sekaligus menjaga ketersediaan kebutuhan masyarakat.
Jawa Tengah Selatan Didorong Jadi Kawasan Penyangga Pangan
Abdul Kholik juga mendorong pengembangan Jawa Tengah bagian selatan sebagai kawasan swasembada pangan yang selanjutnya diarahkan menjadi daerah khusus penyangga pangan.
Gagasan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi pertanian dan sumber daya daerah.
Ia menilai pengembangan kawasan ekonomi Jawa Tengah selatan perlu dilakukan dengan cakupan wilayah yang lebih luas agar potensi antardaerah dapat terhubung.
Saat ini, wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto meliputi empat kabupaten, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Menurut Kholik, cakupan pengembangan kawasan ekonomi perlu diperluas dengan mempertimbangkan potensi wilayah Jawa Tengah bagian selatan secara keseluruhan.
Penguatan sektor pangan juga dinilai memiliki keterkaitan dengan tugas Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga karena komoditas pangan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi inflasi.
Aswin Gantina Resmi Pimpin Kantor Perwakilan BI Purwokerto
Dorongan penguatan kolaborasi tersebut disampaikan bersamaan dengan pergantian kepemimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto.
Dalam upacara pengukuhan yang berlangsung Jumat (6/11/2026), Aswin Gantina dikukuhkan sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto menggantikan Christoveny.
Sebelum mendapatkan penugasan tersebut, Aswin Gantina menjabat sebagai Kepala Divisi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Christoveny memperoleh amanah baru sebagai Kepala Divisi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum bagi DPD RI untuk mendorong penguatan kerja sama dengan Bank Indonesia dalam pengembangan ekonomi kawasan Jawa Tengah selatan.
Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan sektor pertanian, maritim, pariwisata, dan UMKM diharapkan dapat berjalan sejalan dengan upaya menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan




