HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Siapkan Stimulus Akhir Tahun 2026 untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemerintah Siapkan Stimulus Akhir Tahun 2026 untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi
Foto: Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo (kiri) saat memberikan keterangan pers dalam acara Nataru Mobility Expo 2026 di Sarinah, Jakarta, Minggu (8/11/2026).

Pantau - Pemerintah menyiapkan berbagai program stimulus ekonomi pada kuartal IV 2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk bantuan subsidi upah (BSU) dan insentif transportasi selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi hingga ke daerah.

“Untuk menjaga momentum pertumbuhan pemerintah melaksanakan program stimulus akhir tahun 2026, termasuk juga di dalamnya ada program bantuan masyarakat seperti pembukaan rekening baru, bantuan subsidi upah (BSU), dan pemerintah juga memberikan insentif transportasi selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027,” kata Wamenko Drajad di Jakarta, Minggu (8/11/2026).

Menurutnya, periode libur Natal dan Tahun Baru merupakan salah satu momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Mobilitas Masyarakat Dorong Aktivitas Ekonomi Daerah

Dradjad menjelaskan peningkatan perjalanan masyarakat selama musim liburan berpotensi memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor ekonomi.

“Sama dengan liburan sekolah dan juga liburan Idul Fitri, mobilitas masyarakat meningkat, kemudian mobilitas masyarakat ini ditambah dengan belanja, yang akan menggerakkan roda perekonomian sampai ke daerah-daerah,” kata Drajad.

Ia menilai aktivitas perjalanan dan konsumsi masyarakat tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pariwisata, tetapi juga perdagangan dan usaha masyarakat.

“Bukan hanya (berdampak pada) pariwisata tapi juga perdagangan, kerajinan, industri kecil, rumah tangga dan sebagainya. Karena itu, pemerintah memandang penting untuk memastikan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan terjangkau,” ujarnya menambahkan.

Pemerintah memandang keterjangkauan biaya transportasi sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.

Karena itu, sejumlah insentif disiapkan untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Anggaran Rp883 Miliar Disiapkan untuk Diskon Transportasi

Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp883 miliar untuk stimulus diskon transportasi selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Stimulus tersebut mencakup empat moda transportasi, yakni kereta api, kapal laut, angkutan penyeberangan, dan pesawat terbang.

Pemberian insentif transportasi menjadi bagian dari rangkaian kebijakan pemerintah untuk mendukung konsumsi masyarakat pada kuartal terakhir 2026.

Selain stimulus transportasi, pemerintah juga menjalankan sejumlah program bantuan masyarakat, termasuk BSU dan pembukaan rekening baru.

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen pada Triwulan III

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Kamis (5/11/2026), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026 mencapai 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,29 persen secara tahunan.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III terutama ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik, termasuk konsumsi rumah tangga.

Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat serta penyelenggaraan berbagai pertunjukan dan kegiatan olahraga.

Pemerintah berupaya mempertahankan momentum pertumbuhan tersebut melalui kebijakan stimulus yang menyasar kebutuhan masyarakat pada akhir tahun.

“Saya menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dalam rangka menjaga daya beli, serta menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat, inklusif, berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya bagi rakyat banyak,” kata Wamenko Drajad.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026