
Pantau - Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Food & Function menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 60 gram kacang tanah panggang tanpa garam setiap hari selama 16 minggu berpotensi meningkatkan respons insulin pada bagian otak yang berkaitan dengan daya ingat, khususnya pada orang lanjut usia.
Penelitian tersebut melibatkan 31 orang dewasa sehat berusia 60 hingga 75 tahun untuk mengetahui pengaruh konsumsi kacang tanah terhadap fungsi otak.
Menurut laporan New York Post pada Minggu (1/11/2026), peserta menjalani periode konsumsi kacang tanah dan periode kontrol tanpa kacang tanah.
Hasilnya menunjukkan perubahan respons otak terhadap insulin pada sejumlah area yang berperan dalam proses memori.
Peneliti Temukan Perubahan Respons Insulin di Otak
Dalam penelitian tersebut, peserta diminta mengonsumsi dua porsi kacang tanah panggang tanpa garam dengan berat total sekitar 60 gram setiap hari selama 16 minggu.
Peserta diperbolehkan mengonsumsi seluruh porsi sekaligus, membaginya dalam beberapa waktu, atau mencampurkannya dengan makanan lain.
Peneliti kemudian mengamati perubahan respons insulin pada bagian otak yang berkaitan dengan kemampuan mengingat.
Penulis penelitian, Dr. Peter Joris, menjelaskan bahwa sensitivitas otak terhadap insulin dapat menurun seiring bertambahnya usia.
"Kondisi ini dikaitkan dengan penurunan kemampuan kognitif yang terjadi seiring dengan penuaan," katanya kepada SciTechDaily.
Temuan tersebut menunjukkan potensi manfaat kacang tanah dalam mendukung kesehatan otak, meskipun perubahan respons insulin tidak secara langsung membuktikan adanya peningkatan daya ingat.
Studi Lain Kaitkan Kacang Tanah dengan Aliran Darah Otak
Penelitian lain yang dilakukan pada 2025 juga menemukan hubungan antara konsumsi kacang tanah selama empat bulan dan peningkatan aliran darah menuju otak.
Studi tersebut turut melaporkan perbaikan memori verbal, yakni kemampuan mengingat dan menggunakan informasi berbentuk kata-kata.
Joris menyebut kandungan nutrisi kacang tanah berpotensi berperan dalam perubahan yang diamati pada kedua penelitian tersebut.
"Beragam nutrisi yang terkandung dalam kacang tanah, termasuk lemak tak jenuh, serat pangan, vitamin, mineral, serta fitokimia bioaktif, berpotensi berkontribusi terhadap manfaat bagi otak yang telah diamati," kata Joris.
Meski demikian, hasil penelitian dengan jumlah peserta terbatas tersebut masih memerlukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan manfaat jangka panjangnya.
Kandungan L-Arginin dan Antioksidan Berpotensi Mendukung Kesehatan Otak
Selain mengandung protein, kacang tanah merupakan sumber lemak tak jenuh, serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Kacang tanah juga mengandung L-arginin, yaitu asam amino yang membantu tubuh memproduksi oksida nitrat.
Oksida nitrat berperan dalam pengaturan aliran darah, termasuk aliran darah yang mendukung fungsi otak.
Kandungan antioksidan dalam kacang tanah juga berpotensi membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif dan peradangan.
Temuan penelitian tersebut menambah bukti mengenai potensi manfaat kacang tanah bagi kesehatan otak, terutama pada kelompok usia lanjut, tetapi belum menunjukkan bahwa konsumsi kacang tanah dapat mencegah demensia atau penyakit penurunan kognitif lainnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




