
Pantau - Desa Changjiang di Kota Linxiang, Provinsi Hunan, China, mengalami perubahan ekonomi dan lingkungan melalui pengembangan pertanian ramah lingkungan serta agrowisata setelah diberlakukannya larangan penangkapan ikan di Sungai Yangtze.
Desa yang sebelumnya bergantung pada kegiatan perikanan tersebut kini mengembangkan sektor pertanian, pariwisata, dan usaha masyarakat sebagai sumber penghasilan alternatif.
Berdasarkan artikel China Daily yang dipublikasikan melalui ANTARA pada Minggu (8/11/2026), perubahan tersebut berlangsung seiring upaya pemulihan ekosistem sungai yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat aktivitas penangkapan ikan tidak terkendali.
Kondisi lingkungan Desa Changjiang kini berangsur membaik dengan hamparan bunga kanola yang membentang hingga tepian sungai.
Perubahan tersebut juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat yang sebelumnya menggantungkan kehidupan pada hasil tangkapan ikan.
Mantan Nelayan Beralih ke Pertanian dan Agrowisata
Sekretaris Partai Desa Changjiang, Song Yinzhong, menjadi salah satu warga yang beralih profesi setelah meninggalkan kegiatan penangkapan ikan.
Song yang sebelumnya bekerja sebagai nelayan paruh waktu kini bersama istrinya mengembangkan usaha budi daya stroberi di rumah kaca.
Selain pertanian, pasangan tersebut juga memanfaatkan potensi agrowisata sebagai sumber pendapatan baru.
Perubahan mata pencaharian Song mencerminkan upaya masyarakat desa menyesuaikan kegiatan ekonomi dengan kebijakan perlindungan lingkungan.
Pada awal 2000-an, populasi ikan di Sungai Yangtze dilaporkan mengalami penurunan tajam akibat aktivitas penangkapan ikan.
Namun, kondisi tersebut mulai berubah setelah berbagai upaya pemulihan lingkungan dilakukan.
Song mengatakan ikan kini kembali terlihat di sekitar sungai, bahkan berenang mendekati orang yang mencelupkan kaki ke air.
"Pesut tanpa sirip yang dulu sering saya lihat saat masih kecil kini kembali bermunculan," ujar Song.
Lebih dari 133 Hektare Lahan Ditanami Bunga Kanola
Pemerintah Desa Changjiang mendorong pengembangan pertanian ramah lingkungan dan usaha budi daya perairan untuk menyediakan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menanam bunga kanola di lahan seluas lebih dari 133 hektare.
Hamparan tanaman tersebut membentuk kawasan bunga berwarna hijau dan keemasan yang menjadi daya tarik wisata desa.
Pemerintah desa juga mengembangkan kegiatan pariwisata melalui pertunjukan seni tradisional, pasar pedesaan, serta jamuan makan bagi pengunjung.
Berbagai kegiatan tersebut memberikan peluang bagi warga untuk membuka usaha penginapan dan memasarkan produk khas daerah.
Pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu upaya masyarakat untuk mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap aktivitas penangkapan ikan.
Festival Bunga Kanola Buka Peluang Usaha Warga
Xiang Cuiyang menjadi warga pertama yang membuka usaha penginapan di Desa Changjiang.
Usahanya mulai menarik perhatian wisatawan ketika desa tersebut menyelenggarakan Festival Bunga Kanola untuk pertama kalinya.
Kegiatan tersebut mendatangkan pengunjung yang membutuhkan tempat menginap selama berada di kawasan wisata.
"Mereka meninggalkan nomor kontak. Sejak itu, wisatawan dan pemandu wisata rutin menghubungi kami setiap tahun agar hubungan tetap terjalin," kata Xiang.
Menurut Xiang, hubungan yang terbangun dengan wisatawan dan pemandu perjalanan membantu mempertahankan kunjungan dari tahun ke tahun.
Kegiatan wisata tersebut turut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
Media Sosial Perluas Promosi Wisata Desa Changjiang
Popularitas Desa Changjiang semakin meningkat seiring penyebaran video pendek yang memperlihatkan keindahan alam kawasan tersebut melalui media sosial.
Konten yang menampilkan panorama desa dan hamparan bunga kanola menarik perhatian wisatawan dari berbagai wilayah China.
Desa yang sebelumnya kerap mengalami banjir dan penurunan sumber daya alam kini memiliki kawasan tepian sungai yang lebih tertata.
Perubahan tersebut juga terlihat dari keberadaan jalan beraspal serta rumah-rumah warga yang tersusun rapi.
Pemulihan lingkungan dan pengembangan ekonomi masyarakat di Desa Changjiang mencerminkan pendekatan pembangunan China yang menempatkan kelestarian alam sebagai bagian dari kesejahteraan masyarakat.
Pendekatan tersebut sejalan dengan filosofi pembangunan yang menyatakan bahwa "air yang jernih dan pegunungan yang hijau merupakan aset tak ternilai".
- Penulis :
- Gerry Eka




