
Pantau - Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menyatakan bahwa Indonesia terus melakukan koordinasi dengan negara-negara lain terkait rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Jalur Gaza, Palestina, menyusul adopsi resolusi terbaru oleh Dewan Keamanan PBB.
"Saat ini pembahasan teknis, termasuk bagaimana proses pengiriman dan jumlah personel, sedang dimatangkan oleh semua negara yang berpartisipasi," ujarnya.
Koordinasi tersebut disertai dengan persiapan penuh dari Indonesia, agar siap bertindak segera setelah mendapat lampu hijau dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Kita sendiri, di dalam negeri juga pihak TNI maupun dari kepolisian terus mempersiapkan pasukan apabila nanti benar dibutuhkan," tambah Arrmanatha.
Mandat PBB dan Peran Indonesia dalam Misi ISF
Pada 17 November 2025, Dewan Keamanan PBB secara resmi mengadopsi resolusi yang disponsori Amerika Serikat untuk membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza.
ISF dirancang untuk bekerja sama dengan Israel dan Mesir, dan akan menjalankan mandat selama dua tahun.
Tugas utama ISF meliputi:
Mengamankan perbatasan Gaza
Melindungi warga sipil
Menyalurkan bantuan kemanusiaan
Melatih kembali kepolisian Palestina
Mengawasi pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata lainnya
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa koordinasi internasional dilakukan secara rinci, karena misi ini berskala besar dan berimplikasi strategis.
"Mandatnya harus jelas, kemudian operasionalnya seperti apa, siapa saja yang dikirimkan, dan kebutuhannya apa saja, semuanya harus tepat," ucapnya.
TNI Siapkan 20.000 Personel, Alutsista dan Fasilitas Kesehatan
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa TNI telah menyiapkan 20.000 prajurit, termasuk personel dengan keahlian di bidang kesehatan dan konstruksi untuk mendukung misi kemanusiaan di Gaza.
Pasukan ini akan bertugas:
Memberikan layanan kesehatan kepada korban perang
Membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat Gaza
Untuk mendukung logistik dan mobilisasi, TNI juga telah menyiapkan:
Pesawat Hercules C-130 sebagai armada pengangkut pasukan dan bantuan
Kapal Republik Indonesia (KRI) rumah sakit untuk merawat korban perang di Gaza
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya terhadap perdamaian dunia dan akan tetap menunggu mandat operasional resmi dari PBB sebelum mengirimkan kontingen.
- Penulis :
- Gerry Eka





