
Pantau - Pendingin udara berbasis kecerdasan buatan (AI) produksi dalam negeri resmi diperkenalkan ke pasar domestik melalui produk bernama Celest Inverter, hasil pengembangan Midea Electronics Indonesia.
Diproduksi di kawasan industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, Celest Inverter menghadirkan kombinasi teknologi cerdas, efisiensi energi, dan fitur-fitur modern yang menyasar kebutuhan hunian masa kini.
"Kami membawa teknologi AI yang bukan hanya pintar, tetapi juga praktis dan hemat energi, sehingga konsumen bisa menikmati kenyamanan maksimal dengan biaya operasional yang lebih rendah," ujar perwakilan perusahaan dalam peluncuran produk.
Empat Fitur Unggulan Celest Inverter: Cerdas, Efisien, dan Tahan Lama
Celest Inverter dirancang dengan teknologi AI yang memaksimalkan efisiensi energi tanpa mengurangi performa pendinginan.
Produk ini tersedia dalam beberapa pilihan kapasitas, mulai dari 0,5 PK hingga 2,5 PK, dan memiliki desain modern yang cocok untuk berbagai tipe hunian.
Terdapat empat fitur utama yang menjadi andalan Celest Inverter:
AI Ecomaster: Menyediakan pengaturan suhu dengan ketelitian hingga 0,3 derajat Celsius dan mengklaim mampu menghemat listrik hingga 30 persen dibandingkan mode standar.
CoolFlash: Mampu mempercepat pendinginan ruangan, bahkan dalam kondisi suhu luar ruangan yang tinggi.
PrimeGuard: Menggunakan tabung tembaga anti korosi dan lapisan pelindung berdaya tahan tinggi. Papan sirkuitnya juga dirancang untuk tetap berfungsi dalam rentang tegangan listrik yang lebih luas.
I-Clean: Mekanisme pembersihan otomatis melalui proses dedusting dan pembekuan evaporator hingga suhu -10 derajat Celsius untuk mengangkat debu serta kotoran yang menempel di dalam unit.
"Berbagai fitur seperti AI Ecomaster, CoolFlash, PrimeGuard, dan I-Clean menjadi nilai tambah yang menjadikan Midea AC Celest sebagai paket lengkap bagi pengguna yang menginginkan AC cerdas dan tahan lama dengan harga yang tetap terjangkau," jelas pihak Midea.
Celest Inverter menjadi salah satu langkah strategis Midea untuk memperluas penetrasi teknologi rumah tangga berbasis AI yang diproduksi secara lokal namun mampu bersaing secara global.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti







