
Pantau - Huawei melalui unit Huawei Government Public Services Digitalization Business Unit menyelenggarakan sejumlah forum profesional dalam ajang MWC Barcelona 2026 di Barcelona, Spanyol, sekaligus meluncurkan Solusi Global Intelligent Public Service untuk mempercepat transformasi teknologi cerdas dalam layanan publik dan tata kelola perkotaan.
Forum yang digelar meliputi Global AI+ Public Service Summit, National Foundation Model Roundtable, serta berbagai sesi presentasi terbuka yang mempertemukan pelanggan dan mitra global untuk membahas masa depan dunia yang semakin cerdas.
Pada acara Global AI+ Public Service Summit, Chief Digital Transformation and AI di UNIDO Jason Slater menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Ia mengatakan, "AI+ mendorong kemajuan layanan publik. Upaya membangun pemerintahan digital yang efektif bukan hanya berkaitan dengan penerapan teknologi, melainkan juga menciptakan sistem yang inklusif, berpusat pada masyarakat, dan saling terhubung".
Solusi Layanan Publik Cerdas Berbasis AI
Dalam forum tersebut, President Huawei Global Public Services Business Unit Saeed Xia memperkenalkan Solusi Huawei Global Intelligent Public Service.
Ia menjelaskan bahwa solusi tersebut dirancang dengan arsitektur "1 digital foundation + 1 intelligent platform + N industry applications".
Pendekatan tersebut menghadirkan layanan publik yang lebih efisien dan berkualitas tinggi melalui layanan berbasis skenario.
Sistem ini memungkinkan orkestrasi layanan secara cepat serta mengintegrasikan berbagai kemampuan teknologi yang berbeda dalam satu platform.
Selain itu, solusi ini juga menyederhanakan proses kerja layanan publik melalui pendekatan berbasis data dan kebutuhan bisnis.
Pendekatan tersebut bertujuan membangun layanan data yang praktis sekaligus mendorong inovasi dalam sektor layanan publik.
Melalui sistem ini, Huawei menghadirkan layanan cerdas dengan kemampuan Chat-to-Process yang memungkinkan pengambilan keputusan secara cerdas serta penanganan layanan publik yang lebih efisien.
Deputy Permanent Secretary di Ministry of Digital Economy and Society Thailand Chomparee Chompurat menjelaskan langkah transformasi digital di Thailand.
Ia mengatakan, "Thailand tengah mempercepat transformasi menuju pemerintahan cerdas berbasiskan AI dengan memanfaatkan infrastruktur Cloud First, integrasi AI yang bertanggung jawab, serta kemitraan publik-swasta global yang menghadirkan layanan yang aman dan berfokus pada masyarakat. Langkah tersebut turut memperkuat posisi Thailand sebagai pusat digital terpercaya di kawasan ASEAN".
Diskusi Global dan Konsep Kota Cerdas
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Huawei GPSD juga menyelenggarakan National Foundation Model Roundtable yang membahas transformasi cerdas nasional berbasis AI.
Diskusi tersebut juga membahas pembangunan pusat data AI di berbagai negara.
Lebih dari 20 pakar dari sektor pemerintah dan industri mengikuti forum tersebut.
Para peserta berasal dari kawasan Eropa, Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika.
Huawei juga berbagi pengalaman terkait penerapan foundation model serta pembangunan infrastruktur AI untuk mendukung transformasi digital di berbagai negara.
Diskusi tersebut turut membahas strategi dan implementasi transformasi cerdas di tingkat nasional.
Pada sesi presentasi terbuka, Overseas Technical Director Linewell Yu Jinxiao menjelaskan konsep layanan publik berbasis AI.
Ia menyampaikan bahwa dalam konsep "AI+ One-Stop Public Services", teknologi AI mendorong perubahan dari layanan yang sebelumnya hanya "fungsional dan mudah diakses" menjadi "mudah dan cerdas".
Pendekatan tersebut mampu menyederhanakan alur kerja secara signifikan.
Sistem ini juga dapat mengurangi waktu pengisian formulir hingga 80 sampai 90 persen.
Efisiensi kerja meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat melalui model interaksi cerdas Chat-to-Process.
Sementara itu, Chief Technology Officer iSSTech Yang Xuqing menjelaskan konsep kota pintar di masa depan.
Ia menyebut kota pintar akan membangun "City Super App Portal" yang berbasis pusat AI.
Aplikasi super tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan kota seperti pengelolaan banjir dalam tata kelola perkotaan.
Sistem ini juga dapat mempercepat proyek ekonomi hingga 50 persen.
Selain itu layanan publik dapat mempermudah urusan bisnis dan administrasi masyarakat melalui interaksi berbasis chat.
Huawei menyatakan teknologi AI saat ini tengah mengubah cara kerja layanan publik secara global serta mendorong pengembangan kota digital dan kota cerdas di berbagai negara.
Perusahaan tersebut juga menegaskan akan terus memperkuat fondasi teknologi digital serta meningkatkan kolaborasi dengan berbagai mitra global untuk mendorong transformasi menuju era teknologi cerdas dalam layanan publik dan tata kelola perkotaan di seluruh dunia.
- Penulis :
- Aditya Yohan







