
Pantau - Huawei meluncurkan Huawei AI Data Platform dalam acara Peluncuran Produk dan Solusi Huawei pada ajang MWC Barcelona 2026 di Barcelona, Spanyol, yang diperkenalkan oleh President Huawei Data Storage Product Line, Yuan Yuan, sebagai platform yang dirancang menjembatani kesenjangan antara kemampuan model kecerdasan buatan dan nilai bisnis nyata bagi perusahaan.
Platform tersebut mengintegrasikan berbagai teknologi penting dalam pengolahan data AI, termasuk penyusunan dan pencarian basis pengetahuan atau knowledge generation and retrieval, teknologi KV cache untuk mempercepat proses inferensi, serta sistem ekstraksi dan pemanggilan memori.
Huawei juga melengkapi sistem ini dengan Unified Cache Manager atau UCM yang berfungsi mengelola berbagai lapisan data memori dalam proses pemrosesan AI.
Yuan Yuan mengatakan, "Huawei akan terus memperdalam inovasi teknologi. Dengan AI Data Platform sebagai jembatan, kami akan mengubah kemampuan model AI menjadi nilai bisnis yang nyata".
Tantangan Integrasi AI di Perusahaan
Huawei menilai meskipun perkembangan kecerdasan buatan berlangsung sangat cepat, sebagian besar model AI masih belum sepenuhnya terintegrasi dalam layanan inti perusahaan.
Kondisi tersebut terjadi karena pengembangan AI selama ini lebih banyak berfokus pada proses pelatihan model atau training.
Sementara itu, proses inferensi justru menjadi kunci utama dalam penerapan model AI secara luas di lingkungan bisnis.
Selain itu, teknologi AI juga masih menghadapi berbagai tantangan seperti halusinasi AI yang menghasilkan informasi tidak akurat.
Tantangan lain yang muncul adalah respons sistem yang lambat serta keterbatasan throughput saat proses inferensi berlangsung.
Konsep AI Data Platform 3+1
Untuk menjawab tantangan tersebut, Huawei Data Storage memperkenalkan konsep AI Data Platform 3+1 yang terdiri dari tiga komponen utama serta satu sistem manajemen tambahan.
Komponen pertama adalah penyusunan dan pencarian basis pengetahuan dengan pengetahuan multimodal yang sangat akurat.
Platform ini mampu mengubah berbagai sumber data multimodal menjadi basis pengetahuan dengan akurasi tinggi melalui proses multimodal parsing tanpa kehilangan data.
Sistem tersebut juga menggunakan pemrograman tingkat token yang menghasilkan tingkat akurasi pencarian lebih dari 95 persen.
Komponen kedua adalah teknologi KV cache yang mempercepat proses inferensi dengan memanfaatkan data memori historis.
Teknologi ini menggunakan pengelolaan dan pengelompokan KV cache secara cerdas untuk memperluas jendela konteks dalam pemrosesan data.
Pendekatan ini juga mampu mengurangi proses komputasi yang berulang.
Huawei menyebutkan bahwa waktu menghasilkan token pertama atau Time to First Token dapat berkurang hingga 90 persen sehingga respons AI menjadi jauh lebih cepat.
Komponen ketiga adalah sistem ekstraksi dan pemanggilan memori dengan manajemen memori konteks.
Platform ini mengekstraksi data historis serta pengalaman secara akurat lalu menyimpannya sebagai memori yang dapat dipanggil kembali saat dibutuhkan.
Mekanisme tersebut membuat model AI semakin cerdas seiring dengan penggunaan sistem.
Komponen tambahan dalam platform ini adalah Unified Cache Manager atau UCM.
UCM berfungsi mengelola data memori sepanjang siklus penggunaan sistem melalui tiga lapisan cache.
Sistem ini secara cerdas mengatur basis pengetahuan, KV cache, serta memory bank dalam satu mekanisme pengelolaan.
Dua Mode Implementasi Sistem
Huawei AI Data Platform menyediakan dua mode penerapan yang dapat digunakan perusahaan sesuai kebutuhan sistem.
Mode pertama adalah appliance mode yang digunakan untuk implementasi sistem baru.
Mode ini menggunakan sistem OceanStor A800 yang menawarkan performa tinggi serta skalabilitas yang fleksibel.
Mode kedua adalah independent mode yang digunakan untuk pengembangan sistem yang sudah ada.
Mode ini menggunakan arsitektur AI data engine nodes bersama perangkat penyimpanan data OceanStor Dorado.
Node mesin data tersebut dapat ditambahkan untuk meningkatkan kemampuan sistem yang telah berjalan.
Pendekatan ini juga disebut mampu melindungi investasi teknologi sebelumnya sekaligus membantu perusahaan melakukan transformasi AI secara lebih lancar.
- Penulis :
- Aditya Yohan







