
Pantau - Sebuah serangan udara menghantam markas pasukan Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) di Kota Mukalla, Yaman timur, pada Sabtu (3/1), di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok bersenjata di wilayah selatan negara tersebut.
Menurut keterangan saksi mata kepada Anadolu, asap tebal terlihat membumbung dari markas Brigade Parshid yang terletak di sebelah barat Mukalla, ibu kota Provinsi Hadhramaut.
Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban maupun pihak yang bertanggung jawab atas serangan udara tersebut.
Pasukan Pro-Pemerintah Rebut Posisi STC, Warga Diminta Waspada
Pasukan Perlindungan Hadhramaut, kelompok bersenjata berbasis suku yang loyal kepada pemerintah Yaman, mengklaim telah merebut sejumlah lokasi militer dari pasukan STC di Mukalla.
Kelompok tersebut mengimbau warga sipil agar menjauhi lokasi-lokasi yang masih ditempati pejuang STC, serta meminta masyarakat menghentikan aksi penjarahan dan pencurian yang terjadi di tengah kekacauan.
Gubernur Hadhramaut, Salem al-Khanbashi, menyerukan aparat keamanan dan warga untuk bersama-sama menjaga aset publik dan pribadi dari tindakan vandalisme selama bentrokan berlangsung.
Sementara itu, pemerintah Yaman menyatakan bahwa Pasukan Perisai Nasional telah menguasai sepenuhnya wilayah Gurun dan Lembah Hadhramaut, dan kini dilaporkan bergerak menuju wilayah pesisir, termasuk Kota Mukalla.
Ketegangan Yaman Memuncak, Arab Saudi Tuding UEA Dukung STC
Hadhramaut merupakan provinsi terluas di Yaman, mencakup sekitar sepertiga dari total wilayah negara, dan secara administratif terbagi menjadi dua kawasan: wilayah pesisir dengan Mukalla sebagai kota terbesar, serta wilayah Lembah dan Gurun dengan Seiyun sebagai kota utama.
Eskalasi konflik meningkat sejak Selasa (30/12), usai pasukan STC mengambil alih Hadhramaut dan Al-Mahra pada awal Desember 2025.
Dua provinsi tersebut mencakup hampir setengah dari total wilayah Yaman dan berbatasan langsung dengan Arab Saudi.
Pemerintah Saudi menuduh Uni Emirat Arab (UEA) mendorong pasukan STC untuk melakukan operasi militer di sepanjang perbatasan selatan kerajaan, khususnya di Hadhramaut dan Al-Mahra.
Namun tuduhan tersebut dibantah oleh pemerintah UEA di Abu Dhabi.
STC sendiri menuding pemerintah Yaman telah lama meminggirkan wilayah selatan secara politik dan ekonomi, serta menyerukan pemisahan diri dari pemerintahan pusat.
Pemerintah Yaman menolak klaim tersebut dan kembali menegaskan komitmennya terhadap keutuhan dan persatuan negara.
- Penulis :
- Gerry Eka








