Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Judul: Korut Uji Rudal Hipersonik, Kim Jong Un Singgung Aksi AS di Venezuela

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Judul: Korut Uji Rudal Hipersonik, Kim Jong Un Singgung Aksi AS di Venezuela
Foto: (Sumber: Arsip foto - Uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasongpho-17 milik Korea Utara (25/3/2022). ANTARA/KCNA/HO via Xinhua/tm/am.)

Pantau - Korea Utara menguji coba rudal hipersonik pada Minggu, 4 Januari 2026, yang disebut menghantam sasaran sejauh sekitar 1.000 kilometer di lepas pantai timur negara tersebut.

Uji Coba Rudal dan Pernyataan Kim Jong Un

Informasi tersebut disampaikan media resmi Korea Utara yang menyebut pemimpin tertinggi Kim Jong Un memimpin langsung uji peluncuran rudal dari Pyongyang ke arah timur laut, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Pusat Korea atau KCNA.

Kim Jong Un menyatakan uji coba itu merupakan tugas strategis yang sangat penting untuk mempertahankan dan memperluas daya tangkal nuklir yang kuat dan andal.

Ia menambahkan bahwa uji coba tersebut menunjukkan kesiapan kekuatan nuklir tanpa penyesalan serta memberikan kepercayaan diri bagi Korea Utara.

Kim meminta agar Korea Utara terus meningkatkan sarana militernya dengan fokus utama pada penguatan sistem persenjataan ofensif.

“Membuat para pesaing terus-menerus dan berulang kali menyadari kesiapsiagaan sarana ofensif kami merupakan cara penting dan efektif untuk menerapkan daya tangkal perang,” ungkap Kim.

Kim mengatakan aktivitas tersebut bertujuan untuk membuat daya tangkal perang nuklir Korea Utara semakin maju.

Respons Jepang dan Sorotan Isu Internasional

Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan sedikitnya dua rudal balistik diluncurkan dari pantai barat Korea Utara sekitar pukul 07.54 dan 08.05 waktu setempat.

Kedua rudal tersebut mencapai ketinggian maksimum sekitar 50 kilometer dengan jarak terbang masing-masing sekitar 900 kilometer dan 950 kilometer.

Pemerintah Jepang menduga rudal-rudal itu jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.

Dalam pernyataannya, Kim Jong Un secara tersirat menyinggung penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat sebagai pembenaran perlunya Korea Utara memiliki senjata nuklir dan militer yang kuat.

Kim menyebut kebutuhan senjata nuklir dicontohkan oleh krisis geopolitik baru-baru ini serta peristiwa internasional yang dinilainya semakin rumit.

Sebelumnya pada Minggu, Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengecam keras serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela.

Serangan tersebut disebut sebagai pelanggaran kedaulatan paling serius serta pelanggaran sewenang-wenang terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.

Korea Utara menilai serangan itu menegaskan sifat liar dan brutal Amerika Serikat.

Sejumlah media Korea Selatan menilai peluncuran rudal tersebut sebagai peringatan kepada Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung terkait rencana pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping.

Peluncuran rudal diduga dimaksudkan agar isu program nuklir Korea Utara tidak diangkat dalam pertemuan kedua pemimpin tersebut.

Dalam parade militer di Pyongyang pada Oktober 2025, Korea Utara sebelumnya memamerkan rudal balistik jarak pendek Hwasong-11 yang dipersenjatai dengan hulu ledak hipersonik.

Penulis :
Aditya Yohan