Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Penghentian Total Bantuan AS ke Somalia, Imbas Dugaan Penyelewengan Bantuan Pangan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Penghentian Total Bantuan AS ke Somalia, Imbas Dugaan Penyelewengan Bantuan Pangan
Foto: Seorang wanita Somalia berjalan melewati rumah-rumah darurat di kamp Al-Hidaya di pinggiran Mogadishu, ibu kota Somalia, pada 10 April 2025 (sumber: Xinhua/Hassan Bash)

Pantau - Amerika Serikat secara resmi menghentikan seluruh bantuan kepada Pemerintah Federal Somalia pada Rabu, 7 Januari 2026, setelah muncul tuduhan serius terkait penyelewengan bantuan pangan oleh pejabat Somalia.

Tuduhan Penyitaan dan Perusakan Bantuan Pangan

Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa keputusan penghentian ini diambil menyusul laporan bahwa pejabat Somalia telah menyita 76 metrik ton bantuan pangan yang seharusnya disalurkan kepada warga rentan.

Selain penyitaan, otoritas pemerintah Somalia juga dituduh menghancurkan gudang milik Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP), sebuah badan PBB yang sebagian besar didanai oleh Amerika Serikat.

"Departemen Luar Negeri telah menangguhkan semua program bantuan AS saat ini yang memberikan manfaat bagi Pemerintah Federal Somalia," ungkap pernyataan resmi yang diumumkan melalui akun media sosial X milik Departemen Luar Negeri AS.

Pemerintah AS menyampaikan kekhawatiran mendalam atas dugaan keterlibatan otoritas Somalia dalam penghancuran fasilitas WFP yang menjadi sumber logistik bantuan bagi masyarakat terdampak krisis.

Pemulihan Bantuan Bergantung pada Tanggung Jawab Pemerintah Somalia

Dalam pernyataan lanjutan, AS menegaskan bahwa pemulihan bantuan sepenuhnya bergantung pada langkah pemerintah Somalia untuk bertanggung jawab dan memperbaiki tindakan mereka.

"Semua pemulihan bantuan akan bergantung pada Pemerintah Federal Somalia, dalam mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya yang tidak dapat diterima dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang sesuai," tegas pernyataan tersebut.

Belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Federal Somalia atas keputusan ini maupun tuduhan yang disampaikan oleh pihak Amerika Serikat.

Langkah ini dinilai sebagai tekanan diplomatik yang kuat dari AS terhadap Somalia di tengah krisis kemanusiaan yang masih melanda negara tersebut.

Penulis :
Leon Weldrick