
Pantau - Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, menyatakan komitmennya untuk "memainkan peran proaktif" dalam meredakan ketegangan dan mendorong perdamaian di Timur Tengah, menjelang lawatan diplomatik selama sembilan hari ke beberapa negara kawasan tersebut.
Jepang Serukan Stabilitas dan Solusi Dua Negara
Motegi menegaskan bahwa kunjungannya dilakukan di tengah situasi internasional yang penuh gejolak.
"Saya berencana mengunjungi kawasan-kawasan ini di saat tatanan internasional terguncang hebat, untuk menegakkan dan memperkuat tatanan internasional yang bebas, terbuka, dan berbasis aturan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan kerja sama dengan negara-negara yang sepemikiran dan memperdalam hubungan dengan negara-negara berkembang (Global South) kini menjadi semakin penting bagi Jepang.
Motegi menyebut Timur Tengah sebagai kawasan yang "sangat krusial bagi stabilitas komunitas internasional".
Di Israel, Motegi dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar dan mengunjungi Pusat Koordinasi Sipil-Militer yang dipimpin oleh Amerika Serikat.
Pertemuan dengan Sa’ar akan membahas situasi regional serta upaya internasional untuk rekonstruksi Gaza.
Sementara itu, di Tepi Barat, Motegi akan bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Mohammad Mustafa.
Topik utama dalam pertemuan tersebut adalah realisasi solusi dua negara antara Israel dan Palestina.
"Untuk memperbaiki situasi di Palestina dan Israel, harus ada pelaksanaan yang konsisten dari rencana komprehensif, dan Jepang berniat memainkan peran proaktif untuk meredakan ketegangan dan membangun perdamaian di kawasan ini," jelas Motegi.
Ia menekankan pentingnya langkah konkret dari kedua belah pihak untuk menghilangkan ketidakpercayaan yang telah berlangsung lama.
"Baik Israel maupun Palestina harus mengambil langkah konkret yang berorientasi ke depan. Itu penting," tambahnya.
Jepang Tegaskan Sikap Tegas terhadap Permukiman Ilegal
Motegi juga akan menyampaikan secara langsung posisi resmi Jepang mengenai sejumlah isu krusial.
Sebelumnya pada bulan lalu, Jepang mengecam pembangunan permukiman baru oleh Israel di wilayah Tepi Barat.
Tokyo menilai aktivitas tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan hambatan nyata terhadap terwujudnya solusi dua negara.
Sebagai bentuk sikap tegas, Jepang telah menjatuhkan sanksi terhadap empat pemukim Israel yang terlibat dalam aksi kekerasan terhadap warga Palestina.
Motegi menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menyampaikan pandangan Jepang secara langsung kepada para pemimpin Israel dan Palestina terkait langkah-langkah konkret menuju perdamaian serta menjelaskan posisi Jepang di tengah konflik yang masih berlangsung.
Qatar, Filipina, dan India Jadi Destinasi Berikutnya
Setelah kunjungan ke Israel dan Palestina, Menlu Motegi akan melanjutkan perjalanan ke Qatar untuk bertemu dengan Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
Keduanya akan menggelar dialog strategis guna memperkuat hubungan bilateral antara Jepang dan Qatar.
Selanjutnya, Motegi dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Filipina dan India sebagai bagian dari misi diplomatik untuk membangun solidaritas kawasan dan memperkuat peran Jepang di panggung global.
- Penulis :
- Aditya Yohan








