Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Macron Minta BRICS dan G7 Tak Berkembang Jadi Blok Global yang Saling Bersaing

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Macron Minta BRICS dan G7 Tak Berkembang Jadi Blok Global yang Saling Bersaing
Foto: (Sumber: Arsip foto - Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara di Markas PBB di New York, Amerika Serikat (22/9/2025). ANTARA/Anadolu/py/am.)

Pantau - Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta agar BRICS dan Kelompok Tujuh (G7) tidak berkembang menjadi blok-blok global yang saling bersaing karena berpotensi memecah tatanan dunia.

Seruan Cegah Fragmentasi Global

Pernyataan tersebut disampaikan Macron dalam pidato tahunan di hadapan para duta besar Prancis pada Kamis, 8 Januari 2026, yang disiarkan oleh Istana Elysee.

Macron menegaskan bahwa prioritas Prancis adalah mencegah fragmentasi dunia dan ketidakseimbangan global yang semakin tajam.

Ia menekankan agar G7 tidak berubah menjadi “klub anti-China”, “klub anti-BRICS”, atau blok lain yang justru memperdalam perpecahan global.

Macron juga menegaskan pentingnya memastikan BRICS tidak berkembang menjadi “klub anti-G7”.

Menurutnya, persaingan langsung antara kedua kelompok tersebut akan menciptakan skenario terburuk bagi stabilitas dan kerja sama internasional.

Dinamika BRICS dan Perluasan Keanggotaan

BRICS merupakan organisasi antar pemerintah yang didirikan oleh Rusia, China, India, dan Brasil pada 2006, dengan Afrika Selatan bergabung pada 2011.

Sejak awal 2024, sejumlah negara baru bergabung dengan BRICS sehingga memperluas keanggotaan dan pengaruh organisasi tersebut.

Ajudan Presiden Rusia Yuri Ushakov menyatakan bahwa sejak 1 Januari 2025, Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Thailand, Kuba, Uganda, Malaysia, Uzbekistan, dan sejumlah negara lainnya resmi menjadi mitra BRICS.

Pada periode yang sama, Brasil selaku pemegang presidensi BRICS mengumumkan bahwa Indonesia telah bergabung sebagai anggota penuh BRICS.

Macron menilai dinamika tersebut perlu dikelola secara inklusif agar kerja sama global tetap terjaga dan tidak berubah menjadi persaingan blok yang merugikan semua pihak.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti