Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Prancis Macron Kecam Ancaman Tarif AS Terkait Greenland, Tegaskan Eropa Akan Bersatu Hadapi Tekanan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Presiden Prancis Macron Kecam Ancaman Tarif AS Terkait Greenland, Tegaskan Eropa Akan Bersatu Hadapi Tekanan
Foto: (Sumber: Presiden Prancis Emmanuel Macron. ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam keras ancaman tarif yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait isu Greenland, menyebut tindakan tersebut sebagai "tidak dapat diterima".

Macron menegaskan bahwa negara-negara Eropa akan memberikan respons secara bersatu dan terkoordinasi jika Amerika Serikat benar-benar menerapkan tarif tersebut.

Melalui akun X (sebelumnya Twitter), Macron menyatakan bahwa Prancis mendukung kedaulatan dan kemerdekaan negara-negara lain, serta menegaskan bahwa Prancis akan ikut serta dalam latihan militer yang diselenggarakan oleh Denmark di Greenland.

"Kami tidak akan tunduk pada intimidasi atau ancaman," ungkapnya dalam pernyataan resmi.

AS Ancam Tarif jika Greenland Tak Dijual, Eropa Resah

Ancaman tarif dari Presiden Trump diumumkan pada pertengahan Januari 2026, dengan rencana pemberlakuan tarif sebesar 10% terhadap barang-barang dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari 2026.

Negara-negara yang terdampak antara lain Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Jika tidak tercapai kesepakatan penjualan Greenland kepada Amerika Serikat, tarif tersebut akan meningkat menjadi 25% pada awal Juni 2026.

Greenland merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark, namun urusan pertahanan dan luar negeri dikelola langsung oleh pemerintah Kopenhagen.

Sejak kembali menjabat pada 2025, Presiden Trump telah beberapa kali menyatakan keinginannya agar Amerika Serikat menguasai Greenland, wilayah strategis di kawasan Arktik yang juga menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Pernyataan Macron menandai meningkatnya ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, terutama terkait upaya ekspansi geopolitik AS di wilayah utara.

Penulis :
Gerry Eka