
Pantau - Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot, membantah kabar bahwa Belgia telah bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sebelumnya, pada Kamis, 22 Januari 2026, NBC News melaporkan bahwa Belgia menyetujui keikutsertaan dalam organisasi tersebut, namun kemudian disebut membatalkan partisipasinya secara mendadak.
"Belgia TIDAK menandatangani Piagam Dewan Perdamaian. Pengumuman dimaksud tidak benar," ujar Maxime Prevot melalui media sosial X, Kamis.
Belgia Tegaskan Keberatan dan Serukan Koordinasi Eropa
Prevot menyatakan bahwa Belgia mengharapkan adanya respons yang terkoordinasi dari negara-negara Eropa dalam menanggapi pembentukan Dewan Perdamaian.
"Sebagaimana banyak negara Eropa yang lain, kami memiliki keberatan terhadap usulan tersebut," ucap Maxime Prevot.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump telah mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza sebagai inisiatif internasional untuk merespons konflik di wilayah tersebut.
Keanggotaan awal Dewan Perdamaian mencakup beberapa tokoh penting, antara lain Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Kelompok Bank Dunia Ajay Banga, dan Deputi Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
Trump juga mengundang sejumlah pemimpin negara lain, termasuk dari Rusia dan Belarus, untuk bergabung dalam dewan tersebut.
Pada hari Kamis, Piagam Dewan Perdamaian resmi diberlakukan setelah ditandatangani oleh para pemimpin negara yang menjadi anggota.
- Penulis :
- Aditya Yohan







