Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Jepang Pertimbangkan Investasi Reaktor Nuklir Generasi Baru di AS Senilai Rp1.691 Triliun

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Jepang Pertimbangkan Investasi Reaktor Nuklir Generasi Baru di AS Senilai Rp1.691 Triliun
Foto: Ilustrasi - Bendera negara Jepang dan Amerika Serikat (sumber: Anadolu)

Pantau - Jepang mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam pembangunan reaktor nuklir generasi berikutnya di Amerika Serikat sebagai bagian dari putaran kedua komitmen investasi senilai 550 miliar dolar AS atau sekitar Rp9.304 triliun, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut pada Kamis, 19 Februari 2026.

Rencana itu disusun pemerintah Jepang menjelang kunjungan Perdana Menteri Sanae Takaichi ke Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.

Komitmen investasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan dagang yang dicapai dengan pemerintahan Presiden Donald Trump pada Juli lalu.

Jepang telah berkomitmen untuk menginvestasikan total 550 miliar dolar AS di Amerika Serikat hingga akhir masa jabatan kedua Trump pada Januari 2029 sebagai imbalan atas pengurangan tarif terhadap mobil dan berbagai barang Jepang lainnya.

Bagian dari Putaran Kedua Investasi

Pemerintah Jepang dan Amerika Serikat sebelumnya telah mengumumkan tahap pertama investasi dengan total sekitar 36 miliar dolar AS atau Rp608 triliun.

Tahap pertama tersebut mencakup produksi berlian sintetis, pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar gas alam, serta pembangunan terminal ekspor minyak mentah.

Sejumlah perusahaan Jepang telah menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam tiga proyek tahap awal tersebut.

Setelah pengumuman gelombang pertama investasi, Takaichi pada Rabu, 18 Februari 2026 berjanji akan mempercepat realisasi proyek awal dan menegaskan akan bekerja sama erat dengan Amerika Serikat dalam pelaksanaannya.

Respons atas Lonjakan Permintaan Listrik

Gagasan investasi dalam reaktor nuklir generasi baru muncul sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan listrik di Amerika Serikat.

Lonjakan kebutuhan listrik itu terjadi seiring meluasnya penggunaan kecerdasan buatan generatif atau generative artificial intelligence di berbagai sektor.

Dokumen pemerintah mengenai investasi Jepang-Amerika Serikat yang dirilis pada Oktober mencantumkan sejumlah perusahaan Jepang yang mempertimbangkan keterlibatan dalam proyek pembangunan reaktor nuklir dan reaktor modular kecil milik Westinghouse Electric Corp..

Perusahaan Jepang yang tercantum dalam dokumen tersebut antara lain Mitsubishi Heavy Industries Ltd., Toshiba Corp., dan IHI Corp..

Nilai proyek pembangunan reaktor nuklir dan reaktor modular kecil tersebut diperkirakan dapat mencapai hingga 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.691 triliun.

Penulis :
Arian Mesa