
Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan komitmen pemerintahannya terhadap ketahanan dan persatuan nasional di tengah berlangsungnya perundingan nuklir dengan Amerika Serikat serta meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian di Teheran pada Sabtu, 21 Februari 2026, dan disiarkan langsung oleh stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB TV.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan eksternal selama menjalani proses perundingan terkait program nuklirnya dengan Washington.
“Kami akan melakukan berbagai upaya dan tidak akan tunduk pada kesulitan apa pun yang kami hadapi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, “Kami akan berupaya menciptakan martabat dan kebanggaan bagi negara kami, dan ... kami akan bekerja tanpa pamrih untuk negara kami,”.
Meski mengakui adanya berbagai tantangan, Pezeshkian menyerukan pentingnya kohesi nasional dan mendesak rakyat Iran untuk “mengesampingkan perbedaan” serta tetap bersatu.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington yang dipicu oleh peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pada bulan ini telah berlangsung dua putaran perundingan nuklir tidak langsung antara kedua negara.
Putaran pertama digelar di Muscat pada 6 Februari dan putaran kedua dilaksanakan di Jenewa pada 17 Februari.
Perundingan tersebut berfokus pada program nuklir Iran serta kemungkinan pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran.
- Penulis :
- Gerry Eka








