
Pantau - Mantan Presiden Universitas Harvard Lawrence H. Summers mengundurkan diri dari aktivitas mengajar setelah kampus tersebut meninjau dokumen yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein yang baru-baru ini dirilis pemerintah Amerika Serikat.
Keputusan itu dikonfirmasi Universitas Harvard pada Rabu (25/2) di tengah sorotan publik terhadap hubungan Summers dengan Epstein.
Suasana kampus Universitas Harvard di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat pada 24/5/2025 menjadi latar pemberitaan terkait langkah institusi tersebut menyusul rilis dokumen korespondensi lama.
Pernyataan Resmi Harvard
Juru bicara Harvard Jason Newton menyatakan, "Sehubungan dengan peninjauan yang sedang dilakukan oleh Universitas Harvard terhadap dokumen-dokumen yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein yang baru-baru ini dirilis oleh pemerintah, Dekan Harvard Kennedy School Jeremy Weinstein telah menerima pengunduran diri Profesor Lawrence H. Summers dari jabatan kepemimpinannya sebagai salah satu direktur Mossavar-Rahmani Center for Business and Government," kata Jason Newton.
Ia menambahkan, "Profesor Summers telah mengumumkan akan mengundurkan diri dari jabatan akademis dan fakultas di Harvard pada akhir tahun ajaran ini dan akan tetap menjalani cuti hingga waktu tersebut," ungkapnya.
Latar Belakang Hubungan dengan Epstein
Harvard memulai peninjauan setelah dokumen korespondensi surel antara Summers dan Jeffrey Epstein selama bertahun-tahun dirilis pada 2025.
Mengutip rangkaian surel tersebut, sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa Summers menjalin pertemanan dengan Epstein selama bertahun-tahun serta pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein dan bepergian menggunakan jet pribadinya.
Lawrence H. Summers diketahui menjabat sebagai presiden Harvard pada periode 2001 hingga 2006 dan sebelum serta sesudah masa jabatannya ia menduduki sejumlah posisi senior di pemerintahan Amerika Serikat termasuk sebagai menteri keuangan Amerika Serikat dan direktur Dewan Ekonomi Nasional Amerika Serikat.
- Penulis :
- Arian Mesa








