
Pantau - Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menyatakan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional setelah Khamenei dilaporkan gugur dalam serangan rudal gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Khamenei dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak dalam serangan rudal gabungan Amerika Serikat dan Israel di kantornya pada Sabtu, 28 Februari dini hari.
Pada hari yang sama, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran termasuk di Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta ke fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Pernyataan Presiden Kuba
“Tindakan keji ini merupakan pelanggaran terhadap semua norma hukum internasional,” tulis Diaz-Canel melalui platform X.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada rakyat dan pemerintah Iran atas wafatnya Khamenei.
Presiden Kuba menyatakan bahwa negaranya akan mengenang Khamenei sebagai pemimpin terkemuka yang memajukan hubungan persahabatan antara Iran dan Kuba.
Respons Pemerintah Iran
Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta penghentian aktivitas selama sepekan sebagai respons atas wafatnya Khamenei.
Korps Garda Revolusi Islam dan angkatan bersenjata Iran menyatakan akan membalas kematian Khamenei dalam pernyataan resmi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







