
Pantau - Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan komitmen China untuk terus memperkuat hubungan dengan negara-negara Afrika melalui kerja sama perdagangan dan pertukaran budaya.
Pernyataan tersebut disampaikan Wang Yi dalam konferensi pers mengenai kebijakan diplomasi dan hubungan luar negeri China di Beijing pada Minggu.
Wang Yi mengatakan hubungan China dan Afrika akan memasuki fase perkembangan baru pada tahun ini.
Ia mengatakan, "Hubungan China–Afrika tahun ini akan menyambut serangkaian perkembangan baru. Pertama, pembangunan komunitas dengan masa depan bersama China-Afrika akan melangkah maju dengan langkah baru yang ditunjukkan dengan banyaknya kunjungan para pemimpin negara Afrika".
Tarif Nol Persen untuk Produk Afrika
China juga akan memberlakukan kebijakan tarif nol persen untuk seluruh produk yang berasal dari Afrika mulai 1 Mei 2026.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan perdagangan antara China dan negara-negara Afrika.
Wang Yi mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas keterbukaan ekonomi China.
Ia mengatakan, "Dengan didorong keterbukaan tingkat tinggi China, kami akan menggunakan 'pengurangan' dalam tarif untuk mendorong 'penambahan' dalam perdagangan dan mewujudkan 'perkalian' dalam kesejahteraan rakyat, sehingga pasar besar China memberikan peluang yang lebih besar bagi Afrika".
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan China, pada periode Desember 2021 hingga Juli 2024 impor China dari Afrika mencapai 305,9 miliar dolar Amerika Serikat.
China juga telah menjadi mitra dagang utama Afrika selama 15 tahun berturut-turut.
Perkuat Pertukaran Budaya dan Hubungan Diplomatik
Selain kerja sama ekonomi China juga akan memperkuat hubungan budaya dengan negara-negara Afrika.
Tahun 2026 ditetapkan sebagai Tahun Pertukaran Budaya China-Afrika.
Sepanjang tahun tersebut akan digelar hampir 600 kegiatan pertukaran budaya antara kedua pihak.
Wang Yi mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat hubungan masyarakat kedua wilayah.
Ia mengatakan, "China bersedia bersama saudara-saudara Afrika memperdalam saling belajar antarperadaban, meningkatkan hubungan antarmasyarakat, dan mewariskan persahabatan China–Afrika dari generasi ke generasi".
Wang Yi menyebut persahabatan China dan Afrika telah berlangsung selama sekitar 70 tahun dan tetap kuat meskipun situasi internasional terus berubah.
Ia juga menyampaikan bahwa menteri luar negeri China selalu menjadikan Afrika sebagai tujuan kunjungan luar negeri pertama setiap awal tahun selama 36 tahun terakhir.
Wang Yi juga mengenang kunjungan Perdana Menteri Zhou Enlai ke Afrika serta pembangunan jalur kereta api Tanzania-Zambia yang melibatkan banyak teknisi China.
Dalam era modern Presiden China Xi Jinping juga memberi perhatian besar terhadap hubungan China-Afrika melalui konsep kerja sama yang menekankan ketulusan, hasil nyata, persahabatan, dan itikad baik.
Kerja sama kedua pihak juga difasilitasi melalui Forum on China-Africa Cooperation yang beranggotakan 53 negara Afrika serta Komisi Uni Afrika.
Forum tersebut pertama kali dibentuk pada tahun 2000 dan pertemuan tingkat kepala negara atau pemerintahan diselenggarakan setiap tiga tahun sekali.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Gerry Eka








