Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Tolak Usulan Netanyahu Dorong Aksi Protes di Iran karena Dinilai Terlalu Berisiko

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Tolak Usulan Netanyahu Dorong Aksi Protes di Iran karena Dinilai Terlalu Berisiko
Foto: (Sumber : Warga Iran mengangkut barang-barang yang berhasil diselamatkan dari rumah-rumah yang hancur akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran, Kamis (12/3/2026). /ANTARA/Xinhua/Shadati/aa.)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menolak usulan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mendorong aksi protes massal di Iran karena dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan warga sipil.

Trump Nilai Usulan Terlalu Berbahaya

Penolakan tersebut terjadi pekan lalu setelah Netanyahu mengusulkan agar AS dan Israel mengirim pesan bersama kepada rakyat Iran untuk melakukan pemberontakan.

"Mengapa kita harus meminta orang-orang turun ke jalan ketika mereka hanya akan dibantai," ungkap Trump seperti dikutip seorang pejabat AS.

Trump menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan korban besar di tengah situasi keamanan yang tidak stabil di Iran.

Ketegangan Memuncak Usai Serangan Militer

Usulan itu muncul setelah serangan militer yang dilakukan AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan, korban sipil, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk respons pertahanan.

Meski awalnya serangan diklaim untuk menanggulangi ancaman program nuklir Iran, laporan menyebut AS dan Israel juga memiliki kepentingan terhadap perubahan kekuasaan di negara tersebut.

Sementara itu, Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard menyatakan dalam sidang DPR AS bahwa tujuan operasi militer antara AS dan Israel tidak sepenuhnya sejalan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti