
Pantau - Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menghapus sementara Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dari daftar target di tengah indikasi adanya pembicaraan dengan Teheran.
Penghapusan Sementara dan Klaim Negosiasi
Laporan The Wall Street Journal menyebut penghapusan tersebut bersifat sementara dan hanya berlaku selama lima hari.
Langkah ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim adanya pembicaraan yang "sangat positif dan produktif" antara Washington dan Teheran.
Klaim tersebut juga diikuti penundaan rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran dengan harapan tercapai kemajuan dalam waktu lima hari.
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya pembicaraan langsung dan menyatakan hanya menerima pesan terkait keinginan dialog dari pihak AS.
Latar Belakang Konflik dan Respons Internasional
Ketegangan meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari yang menyasar sejumlah target di Iran, termasuk Teheran.
Serangan tersebut memicu balasan dari Iran terhadap wilayah Israel serta target militer AS di Timur Tengah.
AS dan Israel menyebut operasi itu sebagai langkah pencegahan terhadap program nuklir Iran, sekaligus menyuarakan keinginan perubahan kekuasaan di negara tersebut.
Dalam rangkaian konflik itu, sejumlah pejabat tinggi Iran dilaporkan gugur, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional, serta menyerukan de-eskalasi segera.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








