
Pantau - Suasana malam di Kairo, Mesir, berubah drastis menjadi sepi akibat kebijakan pembatasan operasional usaha yang dipicu krisis energi dan ketegangan kawasan Timur Tengah.
Aktivitas Malam Menurun Drastis
Kawasan Maadi yang biasanya ramai hingga larut malam kini tampak lengang dengan aktivitas warga yang menurun signifikan.
Sejumlah pelaku usaha terpaksa menutup toko lebih awal mengikuti kebijakan pemerintah.
"Kairo adalah kota yang tidak pernah tidur. Namun, kini kami terpaksa tidur lebih awal," ungkap Abdel-Rahman Mohamed, pengelola toko ponsel.
Ia mengaku kini menutup tokonya sebelum pukul 21.00 waktu setempat, berbeda dari kebiasaan sebelumnya.
Dampak Krisis Energi dan Kebijakan Pemerintah
Pemerintah Mesir menerapkan aturan baru yang mewajibkan toko, pusat perbelanjaan, dan fasilitas industri berhenti beroperasi pada pukul 21.00.
Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan biaya energi dan tekanan ekonomi yang dipicu eskalasi konflik regional yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Langkah tersebut berdampak langsung pada kehidupan malam masyarakat Kairo yang selama ini dikenal aktif dan dinamis.
Kondisi ini mencerminkan dampak luas konflik geopolitik terhadap sektor energi dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan








