
Pantau - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melakukan kunjungan selama dua hari ke Korea Selatan untuk membahas penguatan kerja sama pasokan energi dan rantai pasok mineral penting di tengah gangguan global akibat konflik di Timur Tengah.
Takaichi dijadwalkan bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Andong, Korea Selatan bagian tenggara, pada Selasa (19/5/2026).
“Saya berharap dapat memperdalam diskusi dengan Presiden Lee dan mencapai hasil yang bermanfaat bagi perkembangan hubungan Jepang-Korea Selatan di tengah situasi internasional yang menantang,” kata Takaichi sebelum bertolak dari Tokyo.
Menurut pejabat pemerintah Jepang, kedua pemimpin juga akan membahas isu keamanan ekonomi, termasuk penguatan rantai pasok mineral penting.
Bahas Dampak Konflik Timur Tengah
Pertemuan tersebut menjadi pertemuan puncak ketiga antara Takaichi dan Lee dalam beberapa bulan terakhir.
Kunjungan itu juga menjadi bagian dari pertukaran kunjungan pemimpin kedua negara yang kembali aktif dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah Korea Selatan menyatakan Takaichi akan disambut dengan penghormatan setara tamu kenegaraan.
Kedua pemimpin juga dijadwalkan menggelar konferensi pers bersama setelah pertemuan bilateral selesai.
Jepang dan Korea Selatan diketahui sama-sama bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah.
Kondisi itu membuat kedua negara menghadapi tantangan serupa sejak serangan Israel-AS terhadap Iran pada akhir Februari memicu penutupan efektif Selat Hormuz.
Isu Keamanan Regional Ikut Dibahas
Selain kerja sama energi, pembahasan juga diperkirakan mencakup perkembangan keamanan regional.
Isu program rudal dan nuklir Korea Utara serta peningkatan aktivitas militer China menjadi perhatian dalam agenda pertemuan tersebut.
Pejabat Jepang menyebut pembicaraan juga dapat menyinggung pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing pekan lalu.
Sebelumnya, Takaichi dan Lee telah bertemu di Nara, Jepang barat, pada Januari 2026.
Kantor kepresidenan Korea Selatan menyebut kunjungan ini menjadi pertama kalinya pemimpin kedua negara saling mengunjungi daerah asal masing-masing.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





