
Pantau - Badan antariksa Amerika Serikat NASA berhasil meluncurkan misi Artemis II dari Pusat Antariksa Kennedy, Florida, Rabu (1/4/2026), yang menandai kembalinya manusia menuju Bulan setelah lebih dari setengah abad.
Roket Space Launch System (SLS) membawa empat astronaut dengan selamat ke orbit menggunakan pesawat Orion yang kini dalam perjalanan mengitari Bulan sebelum kembali ke Bumi.
Misi ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari dengan awak terdiri dari tiga astronaut Amerika Serikat dan satu astronaut Kanada.
Uji Sistem untuk Eksplorasi Masa Depan
Misi Artemis II bertujuan menguji berbagai sistem penting yang akan digunakan dalam eksplorasi antariksa berawak di masa mendatang.
Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam program Artemis yang menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada akhir dekade ini.
Program tersebut juga dirancang sebagai langkah awal untuk eksplorasi ruang angkasa yang lebih jauh, termasuk misi ke Mars.
Tonggak Sejarah Eksplorasi Antariksa
Keberhasilan peluncuran ini menjadi pencapaian besar dalam upaya manusia kembali menjelajahi luar angkasa setelah terakhir kali misi berawak ke Bulan dilakukan lebih dari 50 tahun lalu.
NASA menegaskan misi ini akan menjadi fondasi bagi rangkaian eksplorasi lanjutan yang lebih kompleks di masa depan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








