
Pantau - Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer terhadap Iran, dengan alasan menjaga kebijakan netralitas yang telah lama dianut negara tersebut.
Pegang Teguh Netralitas
Juru bicara Kementerian Pertahanan Austria mengonfirmasi adanya sejumlah permintaan dari Washington, namun tidak merinci jumlahnya. Pemerintah menegaskan bahwa setiap permohonan akan ditinjau secara kasus per kasus.
Austria selama ini dikenal sebagai negara dengan kebijakan netralitas militer, sehingga berhati-hati dalam memberikan akses terhadap operasi militer asing.
Dukungan Politik Dalam Negeri
Sikap pemerintah juga mendapat dukungan dari oposisi, termasuk Partai Sosial Demokrat (SPO), yang meminta agar tidak ada izin diberikan untuk penerbangan militer AS, termasuk dukungan logistik.
Mereka menilai keterlibatan dalam konflik dapat merugikan kepentingan ekonomi Austria, Eropa, serta stabilitas global.
Situasi Konflik Memanas
Penolakan ini terjadi di tengah meningkatnya konflik setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran sejak akhir Februari 2026.
Serangan tersebut memicu balasan dari Iran berupa serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk negara-negara yang menampung aset militer AS.
Ketegangan ini juga berdampak pada pasar global dan jalur penerbangan internasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan








