Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Turki Bantah Tuduhan Kirim Senjata ke Iran, Sebut Isu sebagai Propaganda Hitam yang Menyesatkan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Turki Bantah Tuduhan Kirim Senjata ke Iran, Sebut Isu sebagai Propaganda Hitam yang Menyesatkan
Foto: (Sumber: Arsip - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat memberikan pernyataan dalam konferensi pers usai pertemuan kabinet di Ankara, Turki, Senin (9/3/2026). (ANTARA/Xinhua/HO-Mustafa Kaya/aa).)

Pantau - Kantor kepresidenan Turki membantah keras laporan dugaan pengiriman senjata ke Iran dan menyebut informasi tersebut sebagai propaganda hitam yang tidak berdasar.

Pemerintah Turki menyatakan tuduhan itu beredar melalui media sosial dan sejumlah situs yang dinilai kerap menyebarkan disinformasi.

"Laporan yang muncul di beberapa akun media sosial dan situs disinformasi, yang mengklaim bahwa 'Turki memasok Iran dengan rudal anti-pesawat modern dan rudal drone, dan bahwa jet tempur F-15 Amerika yang jatuh diduga terkena sistem pertahanan udara portabel Turki', itu sepenuhnya salah dan tidak benar," kata Pusat Pemberantasan Disinformasi Turki.

Tuduhan Dinilai sebagai Perang Psikologis

Turki menilai klaim tersebut sebagai bagian dari perang psikologis yang disengaja untuk mempengaruhi persepsi publik.

Pemerintah juga menegaskan bahwa tuduhan itu bertujuan melemahkan peran Turki dalam dinamika krisis regional.

Kampanye informasi tersebut dinilai berupaya memanipulasi opini publik serta merusak stabilitas kawasan.

Tegaskan Komitmen Perdamaian

Pemerintah Turki menegaskan komitmennya dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

"Turki menunjukkan sikap yang didasarkan pada pemeliharaan perdamaian dan stabilitas dalam semua proses di kawasan ini. Operasi informasi yang bertujuan untuk melemahkan keberhasilan diplomatik negara kami yang diakui secara global tersebut bertujuan untuk menyesatkan komunitas internasional," demikian pernyataan tersebut.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai kampanye informasi yang menyesatkan.

Penulis :
Gerry Eka