HOME  ⁄  Nasional

MUI Bentuk Crisis Center untuk Kawal Pembebasan Aktivis Kemanusiaan yang Ditahan Israel

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

MUI Bentuk Crisis Center untuk Kawal Pembebasan Aktivis Kemanusiaan yang Ditahan Israel
Foto: Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Erick Yusuf membacakan taujihat terkait penahanan 9 WNI oleh Israel dalam acara konsolidasi bersama ormas Islam dan lembaga filantropi di Kantor MUI, Jakarta, Kamis 21/5/2026 (sumber: MUI)

Pantau - Majelis Ulama Indonesia atau MUI membentuk crisis center untuk mengawal upaya pembebasan aktivis kemanusiaan yang ditahan Israel, termasuk sembilan warga negara Indonesia yang disebut diculik saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Ukhuwah Muhammad Zaitun Rasmin dalam konferensi pers usai konsolidasi bersama organisasi masyarakat Islam dan lembaga filantropi di Kantor MUI Pusat Jakarta.

“MUI akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia,” ungkap Muhammad Zaitun Rasmin.

MUI Siapkan Langkah Advokasi dan Diplomasi

Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan crisis center dibentuk untuk menampung berbagai masukan, termasuk dari keluarga korban, guna memperkuat dukungan dan langkah advokasi pembebasan para aktivis kemanusiaan.

Ia mengungkapkan MUI juga menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait upaya pembebasan para aktivis yang ditahan Israel.

Menurutnya, MUI membuka kemungkinan meminta pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto apabila proses pembebasan para sandera belum segera terealisasi.

“MUI mengajak seluruh umat untuk turut bersuara mendukung pembebasan para aktivis kemanusiaan,” kata Zaitun Rasmin.

Surat Resmi Akan Dikirim ke Lembaga Nasional dan Internasional

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Erick Yusuf mengatakan pihaknya telah menyiapkan surat resmi yang akan dikirim kepada lembaga nasional maupun internasional untuk memperkuat diplomasi dan advokasi kemanusiaan.

“Surat resmi tidak hanya ditujukan kepada pimpinan nasional, tetapi juga kepada berbagai lembaga internasional terkait,” ujar Erick Yusuf.

Ia menyebut MUI berharap delapan negara yang terlibat dapat bekerja sama dalam proses pembebasan para aktivis kemanusiaan tersebut.

Erick Yusuf menegaskan fokus utama MUI saat ini adalah membebaskan para aktivis kemanusiaan dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza.

“MUI juga mengajak berbagai organisasi, mulai dari ormas Islam, lembaga filantropi, hingga komunitas masyarakat untuk bergabung dalam gerakan kemanusiaan ini,” ungkapnya.

Erick Yusuf berharap proses pembebasan para aktivis kemanusiaan dapat selesai dalam waktu 24 hingga 48 jam.

Penulis :
Arian Mesa