
Pantau - Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright memprediksi harga minyak global akan mencapai puncaknya dalam beberapa pekan ke depan akibat gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz.
Gangguan Pasokan Picu Lonjakan Harga
Pernyataan tersebut disampaikan Wright dalam konferensi Semafor World Economy di Washington pada Senin (13/04).
"Kita akan melihat harga energi akan tetap tinggi dan mungkin bahkan melonjak sampai kami mendapatkan lalu lintas kapal yang signifikan melalui Selat Hormuz," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa terganggunya aliran energi global akibat konflik menjadi faktor utama kenaikan harga.
Pemulihan Diperkirakan Tidak Cepat
Wright menyebut tekanan harga baru akan mereda setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran berakhir dan distribusi energi kembali normal.
"Presiden (Donald Trump) tahu sejak awal bahwa jika aliran energi diganggu dalam jangka pendek, maka itu akan mendorong harga energi naik," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penurunan harga tidak akan terjadi secara cepat meskipun pasokan mulai pulih.
"Pada musim panas nanti, itu adalah jangka waktu yang agresif," ungkapnya.
Kenaikan harga minyak ini terjadi sejak konflik di kawasan meningkat dan berdampak pada jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
- Penulis :
- Aditya Yohan








