HOME  ⁄  Geopolitik

China Sambut Rencana Trump Lanjutkan Negosiasi Iran untuk Redakan Konflik Timur Tengah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

China Sambut Rencana Trump Lanjutkan Negosiasi Iran untuk Redakan Konflik Timur Tengah
Foto: (Sumber : Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun (ANTARA/Desca Lidya Natalia).)

Pantau - Pemerintah China menyambut baik rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melanjutkan perundingan dengan Iran guna meredakan ketegangan di Timur Tengah, sebagaimana disampaikan dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (15/4/2026).

China Dorong Penyelesaian Diplomatik

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan, "China menyambut baik semua upaya yang kondusif untuk mengakhiri konflik, dan memuji Pakistan karena telah menengahi gencatan senjata sementara AS-Iran dan peran mediasi yang adil dan seimbang," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mencegah kembalinya konflik bersenjata serta mempertahankan momentum gencatan senjata yang telah dicapai.

Menurutnya, penyelesaian melalui jalur politik dan diplomatik harus tetap menjadi pilihan utama dalam meredakan perselisihan.

Guo juga menyampaikan empat prinsip yang diusulkan Presiden Xi Jinping, yakni hidup berdampingan secara damai, penghormatan terhadap kedaulatan nasional, supremasi hukum internasional, serta keseimbangan antara pembangunan dan keamanan.

Dinamika Negosiasi AS-Iran

Ketegangan meningkat setelah serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap target di Iran pada 28 Februari 2026, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Upaya negosiasi sempat dilakukan di Islamabad pada 11 April 2026, namun dinyatakan gagal sehari kemudian oleh Wakil Presiden AS JD Vance.

Situasi sempat memanas setelah Trump mengumumkan blokade Selat Hormuz pada 13 April 2026, sebelum akhirnya membuka peluang putaran negosiasi lanjutan dalam waktu dekat.

Vance menyebut Presiden Trump menginginkan kesepakatan besar dalam perundingan tersebut dengan mengatakan, "Dia ingin membuat kesepakatan besar dan pada dasarnya apa yang dia tawarkan kepada Iran sangat sederhana."

Ia mengungkapkan, "jika Iran bersedia bertindak seperti negara normal, maka kami bersedia memperlakukan Iran secara ekonomi seperti negara normal," jelasnya.

Penulis :
Aditya Yohan