
Pantau - Pemerintah Iran menegaskan tidak akan memindahkan uranium yang telah diperkaya ke negara asing, termasuk Amerika Serikat, di tengah gencatan senjata yang berlangsung sejak 8 April 2026.
Sikap Tegas Iran soal Uranium
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan pengiriman uranium ke AS tidak pernah menjadi opsi dalam kebijakan negaranya.
"Kami tidak mencapai kesepakatan baru. Perjanjian gencatan senjata tersebut adalah gencatan senjata yang diumumkan pada 8 April," ungkapnya.
Ia menjelaskan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi sebelumnya hanya terkait implementasi gencatan senjata, bukan sinyal adanya kesepakatan diplomatik baru.
Iran juga menegaskan tetap menjalankan ketentuan jalur aman bagi kapal di Selat Hormuz sesuai kesepakatan dengan Washington selama masa gencatan senjata.
Ketegangan di Selat Hormuz dan Negosiasi
Baghaei menuding Amerika Serikat tidak sepenuhnya memenuhi komitmen dalam memperluas ketentuan gencatan senjata ke Lebanon.
Ia memperingatkan Iran akan mengambil langkah balasan jika blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz terus berlanjut.
Di sisi lain, tidak ada pembicaraan terkait perpanjangan gencatan senjata, sementara mediasi yang dipimpin Pakistan masih berlangsung untuk meredakan konflik.
Laporan menyebutkan putaran kedua negosiasi antara Iran dan AS diperkirakan digelar di Pakistan pada Minggu (19/4).
Situasi memanas bermula ketika Iran memperketat kontrol di Selat Hormuz sejak akhir Februari setelah melarang kapal yang berafiliasi dengan Israel dan AS melintas.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








