
Pantau - China menyatakan keprihatinan atas tindakan Amerika Serikat yang menyita kapal dagang Iran di Teluk Oman pada Senin, 20 April 2026, di tengah meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing.
Guo Jiakun menegaskan, "Kami menyatakan keprihatinan atas pencegatan paksa kapal terkait oleh Amerika Serikat", ungkapnya.
Penyitaan Kapal Iran oleh Amerika Serikat
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah menyita kapal dagang Iran bernama Touska.
Menurut CENTCOM, kapal Touska diduga berupaya menembus blokade yang diberlakukan Amerika Serikat di wilayah Teluk Oman.
Pihak CENTCOM juga menyatakan bahwa kapal tersebut kini berada di bawah kendali penuh Amerika Serikat.
Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan mulai melakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz sejak 13 April 2026.
Seruan China dan Dampak di Selat Hormuz
China menyerukan semua pihak agar mematuhi gencatan senjata dan menghindari peningkatan ketegangan di kawasan.
China juga menekankan pentingnya menciptakan kondisi yang mendukung pemulihan pelayaran normal di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis global yang menyumbang sekitar 20 persen distribusi minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair dunia.
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan kapal non-Iran masih dapat melintasi Selat Hormuz selama tidak membayar biaya kepada Teheran.
Hingga saat ini, otoritas Iran belum mengumumkan kebijakan resmi terkait rencana pungutan terhadap kapal yang melintas di kawasan tersebut.
- Penulis :
- Arian Mesa








