
Pantau - Kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R. Ford dilaporkan akan meninggalkan kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan setelah menjalani penugasan selama 10 bulan.
Penarikan Kapal di Tengah Ketegangan
Penarikan kapal ini menjadi kabar bagi sekitar 4.500 pelaut yang telah bertugas lama, namun sekaligus menandai berkurangnya kapasitas militer AS di kawasan tersebut.
Langkah tersebut terjadi di tengah kebuntuan perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan perkembangan signifikan.
USS Gerald R. Ford sebelumnya memulai penugasan pada 24 Juni 2025 dari Virginia menuju wilayah Komando Eropa AS, kemudian berpindah ke Amerika Latin untuk operasi pemberantasan narkotika sebelum akhirnya dikerahkan ke Timur Tengah.
Kapal ini merupakan satu dari tiga kapal induk yang beroperasi di kawasan bersama USS George H.W. Bush dan USS Abraham Lincoln.
Opsi Militer Masih Dipertimbangkan
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menerima pengarahan dari Central Command terkait opsi militer terhadap Iran.
"Pengarahan tersebut mengisyaratkan bahwa Trump mempertimbangkan dengan serius untuk melanjutkan operasi tempur besar-besaran, baik untuk mencoba memecah kebuntuan dalam negosiasi atau untuk memberikan pukulan terakhir sebelum mengakhiri perang," demikian laporan media yang dikutip.
Selain itu, Central Command disebut telah menyiapkan rencana serangan "singkat dan dahsyat" yang menargetkan infrastruktur Iran sebagai upaya menekan situasi negosiasi.
Penarikan kapal induk ini dinilai menjadi bagian dari dinamika strategi militer AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
- Penulis :
- Aditya Yohan





