
Pantau - Iran dilaporkan mulai mengurangi produksi minyak sebagai respons terhadap blokade yang dilakukan Amerika Serikat guna menghindari kelebihan kapasitas penyimpanan.
Laporan tersebut disampaikan oleh Bloomberg yang mengutip pejabat senior terkait situasi tersebut.
Iran disebut memilih memangkas produksi minyak dibandingkan menunggu tangki penyimpanan penuh akibat keterbatasan distribusi.
Para insinyur Iran dilaporkan mampu menutup sumur minyak tanpa menyebabkan kerusakan serius, menunjukkan fleksibilitas teknologi dalam pengelolaan produksi energi.
Langkah ini terjadi di tengah ketegangan konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang sebelumnya melibatkan Israel dalam serangan militer pada 28 Februari.
Konflik tersebut dilaporkan menyebabkan ribuan korban jiwa di pihak Iran.
Gencatan senjata mulai berlaku sejak 8 April dan dilanjutkan dengan proses negosiasi di Islamabad dengan mediasi Pakistan.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa permusuhan telah berakhir, meskipun pasukan Amerika Serikat masih berada di kawasan untuk mengantisipasi potensi ancaman.
Kebijakan blokade dan pengurangan produksi minyak Iran dinilai berdampak pada dinamika energi global.
Perkembangan ini berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan minyak dunia di tengah kondisi geopolitik yang masih belum sepenuhnya kondusif.
- Penulis :
- Gerry Eka





