HOME  ⁄  Geopolitik

Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Tewaskan Tiga Orang Saat Berlayar di Atlantik

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Tewaskan Tiga Orang Saat Berlayar di Atlantik
Foto: Foto yang diambil pada 21 Mei 2023 ini menunjukkan logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan kantor pusat WHO di latar belakang di Jenewa, Swiss. (sumber: Xinhua/Lian Yi)

Pantau - World Health Organization (WHO) mengonfirmasi tiga kematian akibat dugaan infeksi hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik pada Minggu 3 Mei 2026 waktu setempat.

WHO melaporkan total enam individu terpapar, terdiri dari satu kasus terkonfirmasi melalui uji laboratorium dan lima kasus dugaan.

Dari enam kasus tersebut, tiga orang meninggal dunia sementara satu lainnya dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan.

Kapal MV Hondius diketahui sedang berlayar dari Ushuaia menuju Tanjung Verde saat kejadian berlangsung.

Kronologi dan Penanganan Kasus

WHO menyatakan tengah mendukung penanganan kejadian kesehatan masyarakat yang melibatkan kapal pesiar tersebut melalui koordinasi dengan negara anggota dan operator kapal.

Organisasi tersebut juga memfasilitasi evakuasi medis terhadap dua penumpang yang menunjukkan gejala selama pelayaran.

"Penyakit pernapasan akut berat," menjadi salah satu kondisi yang dilaporkan terkait kasus tersebut, ungkap pihak berwenang.

Departemen Kesehatan Nasional Afrika Selatan sebelumnya melaporkan dua kematian akibat infeksi pernapasan akut di kapal yang sama.

Kasus ini diketahui menyebabkan meninggalnya sepasang lansia serta satu orang lainnya yang kini dirawat intensif di Johannesburg.

Investigasi dan Risiko Kesehatan

WHO menyebut penyelidikan masih berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lanjutan dan investigasi epidemiologis untuk memastikan sumber penularan.

Proses pengurutan genom virus juga sedang dilakukan guna memahami karakteristik infeksi secara lebih rinci.

Infeksi hantavirus umumnya terjadi akibat paparan urine atau feses hewan pengerat yang terinfeksi, meskipun dalam kasus tertentu dapat menular antarmanusia.

WHO juga melakukan penilaian risiko kesehatan masyarakat secara menyeluruh serta memberikan dukungan medis kepada penumpang dan awak kapal.

Penulis :
Arian Mesa