
Pantau - Sari Yuliati mengapresiasi Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memastikan akses sanitasi yang layak melalui pendanaan APBN.
Penyerahan Bantuan dan Sorotan Kondisi Sanitasi
Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan penyerahan bantuan di Desa Batujai, Ungga, dan Tanak Awuk, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 3 Mei 2026.
Ia menilai program Sanimas merupakan bentuk kehadiran negara dalam menyediakan fasilitas sanitasi bagi wilayah yang masih mengalami keterbatasan.
Sari menyoroti masih banyak daerah yang belum memiliki akses sanitasi memadai serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat.
"Sanitasi bukan sekadar soal kebersihan, tetapi menyangkut kesehatan, produktivitas, dan masa depan generasi kita. Tanpa sanitasi yang layak, resiko penyakit meningkat dan beban ekonomi masyarakat juga ikut bertambah," ungkapnya.
Pengawasan dan Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci
Ia menegaskan bahwa program Sanimas bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan intervensi strategis untuk mengatasi persoalan kesehatan dan kemiskinan.
Sari juga menekankan pentingnya pengawasan penggunaan Dana APBN agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam pengelolaan serta pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun.
"Jangan sampai fasilitas sudah dibangun dengan anggaran negara, tetapi tidak dimanfaatkan atau tidak dirawat. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah," tegasnya.
Sari mendorong pemerintah daerah bersama masyarakat untuk menjaga keberlanjutan program melalui edukasi dan peningkatan kesadaran kolektif.
Dengan sanitasi yang baik, ia berharap angka penyakit berbasis lingkungan dapat ditekan sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif.
Ia menilai efektivitas APBN harus diukur dari dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti sanitasi layak sebagai indikator keberhasilan program pemerintah.
- Penulis :
- Arian Mesa





