
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Israel segera membebaskan dua aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
Seruan tersebut disampaikan setelah pengadilan Israel memutuskan memperpanjang masa penahanan aktivis asal Brazil Thiago de Avila dan aktivis Spanyol keturunan Palestina Saif Abukeshek.
“Mereka harus dibebaskan,” ujar juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers, Selasa.
Namun, Dujarric tidak memberikan komentar lebih lanjut terkait proses hukum yang menjerat kedua aktivis tersebut.
Aktivis Ditahan Setelah Armada Dicegat Israel
Pasukan Israel menyerang armada Global Sumud Flotilla pada 30 April di dekat Pulau Kreta, Yunani, sekitar 600 mil laut dari wilayah Gaza yang diblokade.
Kelompok advokasi Israel Adalah menyebut kedua aktivis diperkirakan akan tetap ditahan hingga 10 Mei mendatang.
Dalam persidangan, pengacara para aktivis menegaskan tuduhan terhadap Thiago de Avila dan Saif Abukeshek tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
Pengacara juga menilai penahanan berkepanjangan terhadap keduanya tidak dapat dibenarkan secara hukum.
Aktivis Disebut Terima Ancaman di Penjara Israel
Adalah mengungkapkan kedua aktivis menerima ancaman kematian selama berada dalam tahanan Israel.
Thiago de Avila dan Saif Abukeshek disebut ditempatkan dalam isolasi total dengan lampu yang terus menyala selama 24 jam setiap hari.
Global Sumud Flotilla diketahui membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza di tengah situasi konflik yang terus berlangsung di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





