HOME  ⁄  Geopolitik

Krisis Prostetik di Gaza Meningkat, Ribuan Penyandang Amputasi Terancam Tanpa Perawatan Memadai

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Krisis Prostetik di Gaza Meningkat, Ribuan Penyandang Amputasi Terancam Tanpa Perawatan Memadai
Foto: Sejumlah anak bermain di sebuah lokasi pengungsian Gaza. Pekerja kemanusiaan mengingatkan minimnya perawatan prostetik di Gaza. (sumber: ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) memperingatkan minimnya layanan prostetik dan rehabilitasi bagi lebih dari 6.600 penyandang amputasi di Gaza di tengah lonjakan kasus sejak Oktober 2023.

Kekurangan Tenaga dan Akses Bahan Jadi Hambatan Utama

OCHA melaporkan sekitar satu dari lima penyandang amputasi adalah anak-anak sehingga kebutuhan layanan menjadi semakin mendesak.

Saat ini hanya tersedia delapan teknisi prostetik untuk menangani seluruh kebutuhan pasien di wilayah tersebut.

OCHA menyampaikan "Dengan kekurangan parah tenaga spesialis dan pembatasan masuknya bahan prostetik ke wilayah itu, dibutuhkan waktu lima tahun atau lebih untuk memenuhi kebutuhan saat ini, dengan asumsi tidak ada lagi kasus amputasi baru," ungkapnya.

OCHA juga menegaskan "Teknisi prostetik internasional sangat dibutuhkan, begitu pula perluasan kapasitas bengkel pembuatan prostetik serta kelancaran masuknya bahan prostetik, yang masih dibatasi oleh otoritas Israel.".

Bantuan Kemanusiaan dan Risiko Kesehatan Meningkat

Kepala bantuan kemanusiaan PBB Tom Fletcher menyatakan komunitas kemanusiaan terus membantu warga Palestina di Gaza melalui berbagai upaya penyelamatan nyawa dan pemulihan layanan penting.

Fletcher menjelaskan bantuan telah disalurkan kepada hampir 4.500 rumah tangga berupa tenda darurat, bahan penutup, perlengkapan tidur, dan kebutuhan dasar lainnya.

Perbaikan tempat penampungan darurat di Khan Younis dilakukan menggunakan bahan sederhana untuk mempercepat penanganan pengungsi.

Fletcher menjelaskan "dibuat dari bahan-bahan yang tersedia seperti terpal plastik".

Fletcher menekankan masih banyak hal yang perlu dilakukan termasuk memastikan akses berkelanjutan, perlindungan warga sipil, netralitas, dan kemitraan.

Mitra kesehatan melaporkan meningkatnya risiko penyakit akibat kondisi lingkungan yang buruk di lokasi pengungsian.

Fletcher menambahkan "Mitra kesehatan melaporkan kekhawatiran tentang penyakit kulit dan masalah medis lainnya yang terkait dengan keberadaan hama dan hewan pengerat,".

Penulis :
Shila Glorya