HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Iran Tegaskan Siap Penuhi Standar Global untuk Program Nuklir Damai

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Presiden Iran Tegaskan Siap Penuhi Standar Global untuk Program Nuklir Damai
Foto: (Sumber: Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato selama kunjungan inspeksi ke Kementerian Olahraga dan Pemuda di Teheran, Iran pada 19 April 2026. ANTARA/Kepresidenan Iran - Anadolu Agency/pri..)

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya siap memenuhi standar global untuk membuktikan bahwa program nuklir Iran bersifat damai di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS).

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Irak yang ditunjuk, Ali al-Zaidi, pada Selasa.

Pezeshkian mengatakan Iran telah menunjukkan kesiapan penuh dalam seluruh proses negosiasi guna memberikan jaminan sesuai peraturan internasional dan mekanisme pemantauan global.

“Iran telah menunjukkan kesiapan penuh dalam semua negosiasi untuk memberikan jaminan dalam kerangka peraturan internasional dan mekanisme pemantauan global,” demikian pernyataan Kepresidenan Iran.

Iran Tuduh AS Tekan Teheran di Tengah Negosiasi

Dalam pembicaraan tersebut, Pezeshkian menuding AS terus memberikan tekanan terhadap Iran meski proses diplomasi masih berlangsung.

Ia menyebut kebijakan Washington bertentangan dengan upaya negosiasi yang sedang dilakukan untuk mengakhiri perseteruan kedua negara.

Menurut Pezeshkian, Teheran tetap menghadapi ancaman militer meski jalur diplomatik terus diupayakan.

Presiden Iran itu juga menegaskan negaranya tidak menginginkan perang maupun ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.

“Iran tidak menginginkan perang atau ketidakstabilan dan tetap berkomitmen untuk menyelesaikan konflik melalui dialog,” ungkapnya.

Irak Siap Fasilitasi Dialog Iran dan AS

Sementara itu, Ali al-Zaidi mengatakan Irak siap mendukung upaya pengurangan ketegangan dengan menjadi tuan rumah pembicaraan antara Iran dan AS.

Ia menilai konflik antara Teheran dan Washington harus diselesaikan melalui dialog karena konfrontasi tidak akan menghasilkan solusi jangka panjang.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran serta gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan global.

Gencatan senjata sempat disepakati pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.

Penulis :
Aditya Yohan