
Pantau - Badan intelijen Amerika Serikat meyakini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei ikut menyusun strategi perang dan negosiasi dengan Amerika Serikat meski belum tampil di hadapan publik karena masih menjalani pemulihan cedera.
Laporan tersebut disampaikan CNN pada Jumat (8/5/2026) dengan mengutip sumber yang mengetahui penilaian intelijen AS terkait situasi kepemimpinan Iran pascaserangan AS dan Israel.
Intelijen AS Sebut Mojtaba Tetap Aktif Berkomunikasi
Menurut laporan CNN, masih terdapat ketidakpastian mengenai sejauh mana kewenangan Mojtaba Khamenei dalam struktur pemerintahan Iran setelah sejumlah pejabat senior, termasuk ayahnya Ali Khamenei, tewas dalam serangan AS-Israel.
Meski demikian, pejabat AS meyakini Mojtaba tetap menjalankan komunikasi melalui utusan terpercaya dan pertemuan langsung selama masa pemulihannya dari luka bakar dan serpihan peluru.
Di sisi lain, pejabat Iran menyebut kondisi kesehatan Mojtaba terus membaik.
“Kondisi Khamenei mengalami perkembangan positif,” kata Kepala Protokol Kantor Pemimpin Tertinggi Iran Mazaher Hosseini sambil membantah spekulasi terkait kesehatan pemimpin Iran tersebut.
Militer Iran Disebut Melemah tapi Belum Lumpuh
Laporan intelijen AS juga menyebut kemampuan militer Iran melemah akibat serangan AS, namun belum hancur sepenuhnya karena sejumlah instalasi peluncur rudal masih beroperasi.
CNN melaporkan pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC bersama Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf saat ini diyakini menjalankan sebagian besar roda pemerintahan sehari-hari.
Situasi tersebut berlangsung di tengah berlanjutnya upaya diplomatik antara Iran dan pemerintah Amerika Serikat terkait konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





